BERITA

Produksi Beras Jember Tertinggi se-Tapal Kuda

×

Produksi Beras Jember Tertinggi se-Tapal Kuda

Sebarkan artikel ini
Bupati Jember, Muhammad Fawait, diwawancarai media. (Foto: Teamwork)
Bupati Jember, Muhammad Fawait, diwawancarai media. (Foto: Teamwork)

Satukanal.com, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember mencatat produksi beras sebesar 446.097 ton berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Senin, 2 Mei 2026.

Angka tersebut menempatkan Jember di posisi ketiga penghasil beras terbesar di Jawa Timur sekaligus tertinggi di kawasan Tapal Kuda.

Kabupaten Lamongan menempati posisi pertama dengan produksi 508.126 ton beras, disusul Kabupaten Bojonegoro sebesar 507.947 ton.

Jember berada tepat di bawah kedua daerah tersebut dengan produksi mencapai 446.097 ton beras.

Capaian tersebut memperkuat peran Jember sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan di Jawa Timur.

Dari sisi komoditas padi, Jember juga berada di peringkat ketiga provinsi untuk luas panen.

Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengapresiasi hasil yang dicapai sektor pertanian daerah.

Produksi padi yang tinggi, menurutnya, terlihat dari besarnya serapan gabah yang dilakukan Perum Bulog di Kabupaten Jember.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Bulog Jember beserta seluruh jajaran, termasuk dukungan TNI dan Polri, yang terlibat dalam proses serapan gabah hingga mencatatkan hasil tertinggi di Jawa Timur.

READ  Konsistensi Mbah Painah Berjualan Daun Pisang dan Menabung Berbuah Ibadah Haji

“Pemerintah Kabupaten Jember terus menjalankan berbagai program penguatan sektor pertanian untuk menjaga tren positif tersebut,” katanya.

Sejumlah program yang berjalan meliputi optimalisasi lahan (Oplah), perbaikan jaringan irigasi, pompanisasi, dan pengelolaan lahan pertanian produktif.

Di bidang perlindungan petani, Pemkab Jember memperketat pengawasan distribusi pupuk subsidi.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan pupuk subsidi diterima petani yang berhak dan digunakan sesuai peruntukannya.

Selain itu, luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Jember pada tahun 2025 bertambah 373,59 hektare dibandingkan tahun sebelumnya.

Penambahan tersebut mendukung upaya menjaga ketersediaan lahan pertanian produktif di tengah kebutuhan pangan yang terus meningkat.

Dukungan pemerintah pusat juga terus mengalir ke sektor pertanian Jember.

Berbagai bantuan senilai Rp312 miliar disalurkan untuk pengadaan alat dan mesin pertanian modern, benih, bibit, serta pembangunan infrastruktur pertanian guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. (Sup)