Satukanal.com, Nasional – Putri Ariani, penyanyi dan penulis lagu diundang dan mendapat Golden Buzzer dari Simon Cowell di ajang pencarian bakat America’s Got Talent. Simak cerita dibalik kesuksesannya di sini!

Remaja perempuan bernama Putri Ariani baru-baru ini menjadi topik pembicaraan yang hangat di media sosial baik dalam negeri maupun luar negeri. Pasalnya gadis berusia 17 tahun ini berhasil mendapatkan Golden Buzzer di ajang pencarian bakat bergengsi di dunia, America’s Got Talent.
Background Kehidupan Putri Ariani
Remaja bernama asli Ariani Nisma Putri, lahir di Riau pada tanggal 31 Desember 2005 secara premature. Keadaan tersebut membuat Putri harus berada di dalam inkubator bayi selama 3 bulan di rumah sakit.
Setelah 3 bulan di inkubator bayi, anak pertama dari pasangan Ismawan Kurnianto dan Reni Alfianty ini divonis mengalami katarak. Hal itulah yang membuat orang tuanya membawa Putri berobat ke Singapura.
Sayangnya, usaha tersebut tidak membuahkan hasil, dan ia dinyatakan buta total saat baru berusia 3 bulan. Namun, kekurangan tersebut tidak membuat Putri berkecil hati. Terbukti dari bakat bermusiknya yang ia miliki saat ini.

Bakat bernyanyi didapati saat dirinya berusia 2 tahun yang berawal dari menirukan suara-suara yang ia dengarkan. Secara autodidak, Putri mempelajari musik dan mulai memberanikan diri tampil di panggung saat usianya 7 tahun.
Saat berusia 16 tahun, Putri menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Musik Yogyakarta, dan mengambil spesifikasi instrumen mayor flute.
Perjalanan Karir Putri Ariani
Demi memulai karirnya di industri musik, Putri Ariani berpartisipasi dalam sebuah ajang pencarian bakat Indonesia’s Got Talent (IGT) musim kedua di tahun 2014.
Keterbatasan tak menyurutkan niat dan semangatnya hingga ia mampu memenangkan kompetisi yang disiarkan secara nasional tersebut.
Pada tahun 2016, Putri yang saat itu masih berusia 11 tahun mendapatkan penghargaan Anugerah Baiduri sebagai penyanyi cilik berprestasi tingkat nasional. Di tahun yang sama juga, ia menjadi juara 2 tingkat nasional Literasi FLS2N, dan sempat mengikuti The Voice Kids Indonesia musim kedua, namun sayangnya ia tereliminasi di babak Sing-off.
Selain aktif dalam berkompetisi, Putri juga aktif membuat karya di platform YouTube pribadinya. Ia berhasil menciptakan album pertamanya yang berjudul “Melihat dengan Hati.”
Di tahun 2018, ketika Indonesia menjadi tuan rumah Asian Para Games, Putri berkesempatan membawakan lagu berjudul “Song of Victory” di acara pembukaan pesta olahraga disabilitas se-Asia tersebut.
Pada tahun yang sama, Putri juga sempat mendaftarkan diri untuk berpartisipasi di audisi America’s Got Talent musim ke-13. Sayangnya, usaha yang telah ia lakukan tidak menghasilkan respon apapun dari pihak AGT.
Pada Maret 2022, Putri Ariani berduet dengan Ronie Udara, dan merilis lagu berjudul “Takdir Ini”. Di tahun 2023, mereka juga kembali berkolaborasi dan merilis lagu “Kidung Kelana”.

Pada tahun yang sama, Putri akhirnya mendapatkan undangan untuk mengikuti audisi ajang pencarian bakat paling bergensi, America’s Got Talent musim ke-18. Pada hari audisinya, Putri membawakan lagu yang ia ciptakan sendiri yang berjudul “Loneliness”.
Setelah membawakan lagu tersebut, Simon Cowell kemudian dengan antusias berlari menuju Putri dan memintanya untuk menyanyikan lagu kedua yang berjudul “Sorry Seems to be the Hardest Word” yang dipopulerkan oleh Elton John.

Saat diminta untuk memberikan tanggapannya terhadap penampilan dan suara emas Putri, Simon tanpa ragu berdiri dan menekan tombol Golden Buzzer yang secara otomatis membuat Putri Ariani lolos dan langsung menuju babak Live Show.
Pada kesempatan yang sama Simon Cowell juga dengan bangga membisikkan bahwa Putri adalah salah satu penyanyi terbaik yang pernah ia temui di America’s Got Talent.






