Satukanal.com, Makkah – Di tengah temuan kasus badal haji dan dam fiktif oleh oknum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mengakui masih banyak KBIHU yang lurus dalam pelayanan.
Juru Bicara Kemenhaj RI Ichsan Marsha menyatakan, peran KBIHU dalam pembinaan jamaah haji sangat besar.
Dia berharap, KBIHU benar-benar fokus dalam bimbingan ibadah kepada jamaah. Pemerintah hadir untuk memberi kontrol atas pelayanan-pelayanan yang dihadirkan.
“Karena tidak sedikit KBIHU yang telah menghadirkan pelayanan dengan komitmen luar biasa kepada jamaah,” aku Ichsan, dalam konferensi pers di Kantor PPIH Arab Saudi, Makkah, Selasa 9 Juni 2026.
Ichan menyatakan, Kemenhaj RI akan memberikan penghargaan-penghargaan kepada KBIHU-KBIHU yang telah bekerja dengan komitmen pelayanan yang terbaik.
Sekretaris Ditjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenhaj RI Rizka Anungnata menyatakan, selama ini pihaknya telah memberikan berbagai edukasi mengenai regulasi perhajian terbaru, baik kepada KBIHU maupun jamaah.
Misalnya, terkait dam haji. Kepada jamaah dan KBIHU sudah ada edaran bahwa jika dam ditunaikan di Arab Saudi, maka wajib melalui Adahi. Sedangkan jika di Tanah Air, bisa ditunaikan melalui Baznas dan lembaga resmi lainnya.
Rizka menyatakan, peran KBIHU dalam pembinaan jamaah sangat besar. KBIHU yang sudah bekerja dengan baik cukup banyak.
“Jika ada pelanggaran, kita lakukan pembinaan-pembinaan dulu. Tapi jika tidak bisa, maka nanti akan diteruskan ke saluran-saluran lain yang ada,” tadasnya.
Seperti diketahui, Kemenhaj RI membeber sejumlah temuan dugaan dam dan badal haji fiktif oleh oknum KBIHU dan oknum petugas haji yang bekerjasama dengan mukimin.
Nilainya bervariasi, namun ada satu kasus yang akumulatif nilainya mencapai Rp1,4 miliar. Saat ini Kemenhaj RI terus mendalami kasus-kasus tersebut.
(Penulis: Hari Setiawan/Satukanal.com)






