BERITA

Untuk Hindari Delay, Kemenhaj RI Minta Pemeriksaan Pesawat Dilakukan Lebih Awal

×

Untuk Hindari Delay, Kemenhaj RI Minta Pemeriksaan Pesawat Dilakukan Lebih Awal

Sebarkan artikel ini
Jamaah haji menuju ruang tunggu Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah dalam proses pemulangan ke Tanah Air. (Foto: Media Center Haji 2026/Deka Pranata)

Satukanal.com, Madinah – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mendorong agar seluruh maskapai penerbangan yang hendak membawa pulang jamaah haji ke Tanah Air untuk melakukan pemeriksaan armada lebih awal.

Beberapa kelompok terbang (kloter) mengalami keterlambatan (delay) dari jadwal semula karena alasan operasional. Diantaranya pemeriksaan pesawat oleh maskapai.

Salah satunya dialami oleh kloter 4 Debarkasi Kertajati atau KJT-04. Kloter ini sempat tertunda keberangkatannya beberapa jam karena maskapai harus melakukan pemeriksaan pesawat dulu.

Juru Bicara Kemenhaj RI Ichsan Marsha menjelaskan, pesawat Saudia Airlines nomor penerbangan SV-5288 yang dijadwalkan melayani kepulangan jemaah Kloter KJT-04 semula direncanakan lepas landas pada Kamis 4 Juni 2026 pukul 18.50 Waktu Arab Saudi (WAS).

Namun, kata dia, sebelum penerbangan dilakukan, terdeteksi kendala teknis yang menyebabkan pesawat belum dapat diberangkatkan sesuai jadwal.

Demi menjaga keselamatan penerbangan, maskapai melakukan penundaan untuk memastikan seluruh proses pemeriksaan dan penanganan teknis dilakukan secara menyeluruh.

“Kami menegaskan bahwa keselamatan jamaah merupakan prioritas utama. Karena itu, setiap prosedur pemeriksaan dan penanganan teknis harus dipastikan selesai sebelum pesawat diizinkan terbang,” ujar Ichsan di Madinah, Jumat 5 Juni 2026.

READ  Pemberangkatan Jamaah Haji 2026 Ditutup oleh Kedatangan 14 Kloter

Setelah proses penanganan teknis selesai dilakukan oleh pihak maskapai, pesawat berhasil diberangkatkan pada pukul 02.19 WAS. Seluruh jamaah Kloter KJT-04 dapat melanjutkan perjalanan dalam kondisi aman.

“Alhamdulillah, seluruh jamaah dapat diberangkatkan dengan aman dan penerbangan berlangsung lancar. Kami terus mengawal proses kepulangan jamaah agar aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan tetap menjadi prioritas,” katanya.

Selama proses penanganan, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus berkoordinasi dengan pihak maskapai dan otoritas bandara.

Koordinasi dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada jemaah tetap terpenuhi selama menunggu proses keberangkatan.

Ichsan mengatakan, Kemenhaj mendorong maskapai penerbangan untuk memperkuat pemeriksaan teknis armada sejak lebih awal sebelum jadwal keberangkatan.

Langkah ini penting agar potensi kendala dapat diantisipasi lebih dini dan tidak berdampak pada kelancaran jadwal kepulangan jamaah haji Indonesia.

(Penulis: Hari Setiawan/Satukanal.com)