Satukanal.com, Makkah – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak sempat menyinggung soal penghargaan penyelenggaraan haji saat bertemu Wamenhaj Arab Saudi Abdulfattah bin Sulaiman Al-Mashat, di Makkah, Kamis 4 Juni 2026.
Seperti diketahui, pengharagaan tertinggi penyelenggaraan ibadah haji Labbaitom tahun ini diraih oleh 3 negara. Yaitu, Malaysia, Ethiopia, dan Irak.
Dahnil mengatakan, rekannya Al-Mashat mengakui ada subjektivitas dalam pengukuran kualitas penyelenggaraan ibadah haji yang dilakukan Arab Saudi.
Tetapi, kata dia, Al-Mashat mengakui bahwa semua negara yang mendapat Labbaitom adalah negara-negara dengan jumlah jamaah haji yang sedikit.
“Tidak ada satu pun negara-negara besar dengan kuota besar, seperti Indonesia, Pakistan, India, Bangladesh, yang dapat penghargaan itu,” ungkap Dahnil, usai pertemuan dengan Al-Mashat, di Makkah.
Meski Indonesia tidak mendapatkan Labbaitom tahun ini, dia menyatakan, Al-Mashat sangat mengapresiasi perubahan radikal pelayanan haji Indonesia tahun ini.
“Kalau istilah menteri Saudi lompatan besar, kalau kata Wamenhaj Saudi adalah perubahan radikal,” sambungnya.
Ke depan, Indonesia akan terus meningkatkan skrining istitha’ah kesehatan. Sebab, Arab Saudi memiliki rumus tersendiri terkaiit standar kesehatan.
Skrining kesehatan akan bagus menurut Saudi, kata dia, jika rasionya adalah 30 kematian per 100 ribu jamaah. Jika Indonesia memiliki 221 ribu jamaah, disebut Saudi bagus jika kematian jamaah di bawah 60 kasus.
(Penulis: Hari Setiawan/Satukanal.com)






