Satukanal.com, Madinah – Pemerintah RI mengajukan permintaan khusus kepada Adahi Project yang mengelola hewan dan daging hadyu serta dam jamaah haji Indonesia agar daging-daging itu dikirim ke Palestina.
Publik pun sempat bertanya-tanya mengapa daging-daging itu tidak dikirim ke Indonesia untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat kurang mampu di Indonesia.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan, pengiriman daging hadyu serta dam dari Arab Saudi ke Indonesia bukan disebabkan ditolak Saudi.
Melainkan, regulasi karantina ternak dan produknya di Indonesia. Sejak lama Indonesia melakukan pemeriksaan ketat atas masuknya daging dari luar.
“Ketika dam mau digirim ke Indonesia ternyata problemnya di karantina Indonesia. Karena Indonesia juga sangat ketat untuk daging-daging dari luar,” kata Irfan Yusuf, kepada Media Center Haji, di Madinah.
Ia menjelaskan, pemerintah Indonesia menerapkan pengawasan yang sangat ketat terhadap masuknya produk daging dari luar negeri untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular, termasuk penyakit mulut dan kuku (PMK).
Menurut dia, apabila penyakit tersebut masuk ke Indonesia, proses penanganannya tidak mudah dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk memulihkannya.
“Diperlukan puluhan tahun untuk bisa membersihkan itu dari Indonesia,” ujar Gus Irfan.
Karena itu, lanjut dia, pemerintah memilih langkah yang paling memungkinkan untuk tahun ini. Selama mekanisme pengiriman ke Indonesia belum dapat diatur secara aman dan memenuhi ketentuan karantina, daging dam dialihkan kepada pihak yang lebih membutuhkan.
Menteri yang biasa disapa Gus Irfan ini mengatakan, masyarakat Palestina menjadi salah satu penerima manfaat karena saat ini masih menghadapi berbagai kesulitan dan membutuhkan bantuan pangan.
Di sisi lain, lanjut dia, pelaksanaan dam jamaah haji Indonesia tahun ini menunjukkan perkembangan positif. Sebab, jumlah jamaah yang menunaikan dam pada jalur resmi semakin besar.
Menurut dia, peningkatan kepatuhan jamaah dalam pelaksanaan dam melalui Adahi Project mendapat perhatian dan apresiasi dari Pemerintah Arab Saudi.
Berdasarkan data per 2 Juni 2026, total dam tercatat sebanyak 195.326. Rinciannya, melalui Adahi sebanyak 135.367 dan penunaian di Indonesia sebanyak 53.506.
Selanjutnya, sebanyak 6.453 jamaah memilih berpuasa, serta jamaah haji yang melaksanakan haji secara Ifrad atau tidak membayar dam sebanyak 4.084.
Ia menilai pengelolaan dam Indonesia kini menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus dari otoritas Arab Saudi karena jumlah jemaah Indonesia yang besar serta semakin tertibnya pelaksanaan pembayaran melalui jalur resmi.
“Artinya sudah ada peningkatan yang luar biasa. Ini menjadi salah satu alasan mengapa pemerintah Arab Saudi memberi apresiasi kepada kita,” tandasnya.
(Penulis: Hari Setiawan/Satukanal.com)






