Satukanal.com, Makkah – Sebanyak 23 pimpinan katering konsumsi jamaah haji di Madinah dikumpulkan oleh Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan.
Pertemuan yang diinisiasi Indonesia itu dalam rangka memastikan layanan konsumsi bagi jamaah haji gelombang dua yang akan tiba di Madinah pada 7 Juni mendatang tidak menurun kualitasnya.
Setelah menyelesaikan prosesi puncak haji di Armuzna dan ibadah di Masjidil Haram, para jamaah haji gelombang dua secara bertahap akan diberangkatkan dari Makkah ke Madinah.
Dalam pertemuan itu, Gus Irfan berpesan tiga hal penting bagi para pengelola dapur katering. Yaitu, ketepatan gramasi makanan, keamanan pangan (food safety), serta ketepatan waktu distribusi kepada jamaah.
“Pelayanan konsumsi pada gelombang pertama secara umum berjalan dengan baik. Namun, untuk menyambut kedatangan jamaah gelombang kedua, kualitas layanan tersebut tidak hanya harus dipertahankan, tetapi juga perlu ditingkatkan,” ujar Gus Irfan.
Dari evaluasi atas layanan kepada jamaah haji gelombang pertama, lanjut dia, ada beberapa hal yang mesti menjadi evaluasi.
Antara lain, konsistensi porsi makanan sesuai standar yang telah ditetapkan, cita rasa yang sesuai dengan selera jamaah Indonesia, daya tahan makanan, serta penguatan manajemen distribusi agar makanan dapat diterima jamaah tepat waktu.
“Kita ingin memastikan jemaah mendapatkan layanan konsumsi yang berkualitas, aman, dan tepat waktu.
“Karena itu, seluruh penyedia katering perlu memperhatikan setiap detail pelayanan agar kebutuhan jamaah dapat terpenuhi dengan baik,” katanya.
Menanggapi arahan tersebut, seluruh perwakilan perusahaan katering menyatakan komitmen untuk melakukan berbagai perbaikan dan peningkatan layanan sesuai hasil evaluasi yang telah disampaikan.
Selain memberikan arahan kepada penyedia katering, Gus Irfan juga mengimbau para jamaah haji Indonesia agar memperhatikan waktu makan selama berada di Madinah.
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar hotel jemaah Indonesia berada di kawasan yang relatif dekat dengan Masjid Nabawi.
Kondisi ini kerap membuat jamaah menghabiskan waktu lebih lama untuk beribadah, sehingga terlambat mengonsumsi makanan yang telah disediakan.
“Saya mengimbau kepada seluruh jamaah agar memperhatikan jadwal makan. Jika waktu makan telah tiba, segera kembali ke hotel untuk mengonsumsi makanan yang telah disiapkan.
“Pada setiap kemasan makanan juga telah dicantumkan batas waktu aman untuk dikonsumsi,” pintanya.
Menteri Haji dan Umrah berharap sinergi antara penyedia katering, petugas haji, dan kedisiplinan jemaah dapat memastikan layanan konsumsi di Madinah berjalan lebih optimal.
Dengan demikian, kebutuhan nutrisi jemaah dapat terpenuhi secara baik sehingga mereka tetap sehat dan bugar selama menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.
(Penulis: Hari Setiawan/Satukanal.com)






