Satukanal.com, Jakarta – Proses pemulangan jamaah haji dari Tanah Suci ke Indonesia terus berlangsung. Sampai Ahad 7 Juni 2026, jamaah yang telah tiba di Tanah Air mencapai 47.012 orang.
“Hingga hari ini, sebanyak 120 kloter atau 47.012 jamaah haji Indonesia telah kembali ke Tanah Air. Alhamdulillah seluruh tahapan penyelenggaraan haji secara umum berjalan sesuai harapan.
“Tentu masih ada sejumlah kekurangan yang menjadi bahan evaluasi, namun itu akan menjadi bagian dari upaya perbaikan layanan ke depan,” ujar Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf, di Bandara Soekarno-Hatta, Senin 8 Juni 2026.
Menteri yang biasa disapa Gus Irfan tiba bersama sejumlah anggota Amirul Hajj. “Saat ini fokus PPIH adalah memastikan pemulangan jamaah berjalan aman, nyaman, lancar sampai tiba di Indonesia,” sambungnya.
Menurut dia, pemulangan jamaah haji dari Jeddah akan berlangsung sampai 15 Juni 2026. Sementara, jamaah gelombang dua telah diberangkatkan ziarah Madinah mulai 7 Juni 2026.
Proses pemulangan dari Madinah ke Indonesia akan dimulai pada 16 Juni 2026. Sesuai jadwal, kloter terakhir akan tiba di Indonesia pada 1 Juli 2026.
“Puncak haji memang telah selesai, tetapi pelayanan kepada jamaah belum berakhir. Seluruh petugas tetap bekerja sesuai tugas dan fungsinya masing-masing sampai kloter terakhir tiba di Indonesia,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Irfan menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang terus bekerja tanpa mengenal waktu dalam memberikan pelayanan kepada jamaah.
Ia menilai dedikasi para petugas menjadi salah satu faktor penting yang membuat penyelenggaraan haji tahun ini berjalan dengan baik.
Selain melakukan evaluasi internal, Kemenhaj juga menerima berbagai masukan dan rekomendasi dari Tim Amirul Hajj sebagai bahan penyempurnaan penyelenggaraan haji pada tahun mendatang.
Salah satu perhatian utama adalah peningkatan layanan di Mina yang menjadi titik layanan paling kompleks selama puncak haji karena jutaan jemaah berkumpul dalam area yang relatif terbatas.
Rekomendasi lainnya mencakup peningkatan ketepatan waktu layanan transportasi pada fase pra dan pasca Armuzna, penguatan layanan akomodasi agar semakin banyak jemaah memperoleh hotel yang lebih dekat dengan Masjidil Haram, serta penyempurnaan layanan konsumsi yang tetap harus adaptif terhadap dinamika dan situasi kawasan Timur Tengah.
Tim Amirul Hajj, lanjut Gus Irfan, juga menyoroti pentingnya penyelarasan kualitas antara PPIH kloter maupun non kloter. Hasil evaluasi menunjukkan petugas haji yang mengikuti pendidikan dan pelatihan secara komprehensif memiliki performa layanan yang lebih baik.
Karena itu, sambung dia, tahun depan Kemenhaj RI akan melakukan standarisasi pelatihan dan peningkatan kompetensi petugas sebagai salah satu fokus dalam pembenahan kualitas petugas haji.
Di bidang kesehatan, lanjut dia, Tim Amirul Hajj memberikan perhatian khusus terhadap penguatan istitha’ah kesehatan, sistem penanganan jemaah sakit, serta ketersediaan tenaga kesehatan.
“Kami ingin memastikan bahwa jemaah yang berangkat benar-benar memenuhi aspek istitha’ah kesehatan sehingga dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik dan aman,” ujarnya.
Selain itu, rekomendasi juga mencakup peningkatan kualitas fasilitas tenda dan sanitasi, pengurangan penggunaan sampah plastik dalam operasional haji, penyempurnaan timeline penyelenggaraan haji, hingga penguatan tata kelola kontrak layanan agar lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Menhaj mengungkapkan bahwa Otoritas Arab Saudi turut memberikan apresiasi atas peningkatan kualitas penyelenggaraan haji Indonesia.
Menurut dia, berbagai capaian yang diraih tahun ini menunjukkan adanya lompatan kemajuan dalam tata kelola layanan jemaah yang perlu terus dijaga dan ditingkatkan.
Dalam kesempatan tersebut, Menhaj RI juga menyampaikan terima kasih kepada Media Center Haji (MCH) yang selama operasional haji telah menghadirkan informasi yang cepat, mudah dipahami, dan menenangkan masyarakat serta keluarga jemaah di Tanah Air.
“Berbagai catatan dan rekomendasi yang kami terima akan menjadi bekal penting untuk terus memperbaiki kualitas penyelenggaraan haji Indonesia.
Komitmen kami adalah menghadirkan layanan yang semakin profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan jamaah,” pungkasnya.
(Penulis: Hari Setiawan/Satukanal.com)






