BERITA

Wamenhaj RI Beri Pesan Jamaah Tidak Gaspol di Madinah, Tetap Jaga Kesehatan

×

Wamenhaj RI Beri Pesan Jamaah Tidak Gaspol di Madinah, Tetap Jaga Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak menyambut kedatangan jamaah kloter 18 Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG 18) di Grand Plaza Al Madinah Hotel. (Foto: Media Center Haji 2026/Bhery Hamzah)

Satukanal.com, Madinah – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengharapkan para jamaah tidak lengah untuk menjaga kesehatan selama di Madinah.

Untuk diketahui, mulai Ahad 7 Juni 2026 para jamaah haji gelombang dua mulai diberangkatkan dari Makkah untuk ziarah ke Madinah.

Di Madinah, para jamaah akan tinggal sekitar delapan hari untuk ibadah di Masjid Nabawi, ziarah Raudhah, serta tempat-tempat bersejarah lainnya.

Setelah itu, barulah jamaah akan meninggalkan Madinah untuk pulang ke Tanah Air.

Pada hari pertama pergeseran jamaah dari Makkah ke Madinah ada 5.499 jamaah yang akan tiba. Kedatangan mereka menandai dimulainya fase pemulangan jemaah haji Indonesia setelah menuntaskan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Dahnil mengimbau para jamaah untuk memanfaatkan masa tinggal di Madinah dengan lebih tenang dan tidak memaksakan aktivitas fisik.

Menurutnya, kondisi stamina jamaah perlu menjadi perhatian setelah melalui rangkaian ibadah yang cukup menguras tenaga.

“Di Madinah ini tempat bergembira, lebih santai, lebih rileks. Kita berharap jamaah jangan menguras tenaga lagi karena tenaga mereka sudah banyak digunakan selama menjalani rangkaian ibadah haji di Makkah dan Armuzna,” ujar Dahnil, saat meninjau kesiapan layanan jamaah di Hotel Grand Plaza Al Madina, Madinah.

Wamenhaj menjelaskan, fase gelombang kedua menjadi periode yang membutuhkan perhatian khusus terhadap kesehatan jamaah.

READ  Kejari Lakukan Pemeriksaan Tambahan Saksi dan Tersangka Sosperda DPRD Jember

Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan haji, kondisi fisik jamaah umumnya mulai menurun menjelang masa kepulangan ke Tanah Air.

Karena itu, ia mengingatkan jamaah agar menjalankan ibadah sesuai kemampuan dan mengutamakan keselamatan.

“Pesan kami yang paling penting adalah kesehatan dan keselamatan. Jangan memaksakan diri. Nikmati ibadah sebagaimana mestinya dan sewajarnya,” katanya.

Selain itu, Wamenhaj memastikan layanan akomodasi yang disiapkan bagi jamaah di Madinah berada pada lokasi yang relatif dekat dengan Masjid Nabawi.

Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu jamaah beribadah dengan lebih nyaman tanpa harus mengeluarkan energi berlebihan.

“Semua jamaah di Madinah mendapatkan hotel yang dekat. Ada yang hanya sekitar 50 meter dari Masjid Nabawi, sementara yang lain berada di kawasan Markaziyah yang juga dekat dan mudah dijangkau,” ujarnya.

Menurut Wamenhaj, Madinah menjadi kesempatan bagi jamaah untuk menikmati suasana ibadah yang lebih tenang setelah menjalani fase-fase puncak haji.

Jamaah juga akan mendapatkan fasilitas untuk melaksanakan ziarah ke Raudhah sesuai jadwal yang telah diatur petugas.

“Kami berharap jamaah bisa menikmati suasana Madinah, memperbanyak ibadah dengan tenang, serta memanfaatkan kesempatan berziarah ke Raudhah dengan baik. Yang terpenting, kesehatan tetap terjaga hingga kembali ke Tanah Air,” pungkasnya.

(Penulis: Hari Setiawan/Satukanal.com)