Satukanal.com, Jeddah – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf menyatakan, penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M tidak mudah dan menghadapi berbagai tantangan.
Namun, hal itu bisa diatasi berkat kerja sama yang baik antara Kemenhaj RI dengan berbagai pihak yang mendukung kesuksesan penyelenggaraan haji tahun ini.
Menurut dia, latar belakang jamaah haji Indonesia yang sangat beragam menuntut kerja sama apik seluruh pihak.
“Penyelenggaraan haji tahun ini tidak mudah. Jamaah kita datang dari seluruh Indonesia dengan berbagai macam latar belakang dan keberagaman.
“Alhamdulillah, dengan kerja sama semua pihak, prosesnya dapat terlaksana dengan baik,” ujar Menhaj yang biasa disapa Gus Irfan ini, dalam keterangan pers, di Jeddah.
Menhaj menegaskan, kementerian yang ia pimpin tidak mungkin bisa menyelenggarakan pelayanan ibadah haji sendiri.
Karena itu, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah bekerja keras sejak fase persiapan, operasional, puncak haji, hingga pemulangan jamaah.
“Kemenhaj tidak berdiri sendiri. Kami membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. Saya mengapresiasi seluruh stakeholder yang sudah bekerja keras dalam menyelenggarakan haji tahun ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua PPIH Arab Saudi Ian Heriyawan menyampaikan sejumlah capaian dan catatan operasional haji 2026.
Menurut Ian, penyerapan kuota haji Indonesia tahun ini mencapai 99,6 persen atau sekitar 600 kuota yang tidak terserap. Dari sisi pemulangan, sebanyak 78 kloter atau sekitar 30.500 jamaah telah kembali ke Tanah Air sampai Sabtu 6 Juni 2026.
“Penyerapan kuota kita mencapai 99,6 persen. Ada sekitar 600 kuota yang tidak terserap. Untuk pemulangan, sampai saat ini sudah 78 kloter atau sekitar 30.500 jemaah yang kembali ke Tanah Air,” jelas Ian.
Terkait layanan tahun depan, Ian menekankan pentingnya penguatan kerja sama antara petugas haji Indonesia dan syarikah.
Menurutnya, pemerintah juga perlu menyiapkan mitigasi terhadap kebijakan Arab Saudi, terutama terkait penunjukan syarikah sebagai mitra layanan jamaah.
“Kita harus fokus pada bagaimana kerja sama antara petugas haji dan syarikah nanti. Termasuk juga mitigasi terhadap kebijakan Saudi tentang penunjukan syarikah,” kata Ian.
(Penulis: Hari Setiawan/Satukanal.com)






