Satukanal.com, Jember — Kabupaten Jember resmi terpilih sebagai salah satu dari 20 daerah di Indonesia yang dipercaya pemerintah pusat untuk mempercepat pengelolaan sampah berbasis teknologi modern.
Guna memastikan program tersebut berjalan matang, Gus Fawait langsung menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pakusari pada Sabtu (27/6/2026).
Proyek strategis dengan nilai investasi mencapai Rp1,5 hingga Rp2 triliun ini dijadwalkan memulai konstruksi pada Agustus–September 2026 dan ditargetkan selesai pada April 2028.
Fasilitas ramah lingkungan ini dirancang untuk mengubah sampah menjadi energi listrik dan produk bernilai ekonomi.
Selain mengatasi dampak lingkungan, proyek besar ini juga diproyeksikan membuka lapangan kerja baru bagi warga Jember dan siap menjadi pusat penyangga pengelolaan sampah bagi kabupaten-kabupaten tetangga di sekitarnya.
Meski didukung dana besar dan teknologi tinggi, Gus Fawait mengingatkan bahwa kunci utama keberhasilan program ini tetap berada di tangan masyarakat, terutama dalam kedisiplinan memilah sampah organik dan nonorganik sejak dari rumah.
“Persoalan sampah ini sudah berlangsung cukup lama. Hari ini bukan saatnya mencari siapa yang salah, tetapi bagaimana kita bersama-sama menghadirkan solusi. Alhamdulillah, Jember mendapat kepercayaan menjadi salah satu daerah yang memperoleh investasi pengelolaan sampah. Ini merupakan langkah besar untuk mewujudkan sistem penanganan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan,” tutur Gus Fawait.
Di akhir peninjauannya, ia kembali menekankan pentingnya sinergi dari hulu ke hilir demi keberhasilan proyek ini.
“Sebesar apa pun investasi yang masuk dan secanggih apa pun teknologi yang digunakan, keberhasilannya tetap membutuhkan dukungan masyarakat. Mulai dari hal sederhana seperti memilah sampah sejak dari rumah akan sangat membantu proses pengelolaan ke depan,” pungkasnya. (Sup)






