BERITA

Deklarasi Perdamaian Dunia dan Transformasi Sistem di Haflah Akhirussanah ke-10 Ma’had Al Jami’ah UIN KHAS Jember

×

Deklarasi Perdamaian Dunia dan Transformasi Sistem di Haflah Akhirussanah ke-10 Ma’had Al Jami’ah UIN KHAS Jember

Sebarkan artikel ini
uin

Satukanal.com, Jember – Seruan perdamaian dan tekad kuat untuk mewujudkan masyarakat dunia yang toleran, harmonis, serta makmur terdengar nyaring di belahan Timur Jawa.

Suasana khidmat dan penuh semangat ini mewarnai perhelatan Haflah Akhirussanah ke-10 yang diselenggarakan oleh Ma’had Al Jami’ah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember pada Minggu, 7 Juni 2026.

Acara monumental yang menandai satu dekade berdirinya lembaga ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, para kiai, pengasuh pesantren, para muallim, serta seluruh mahasantri yang memadati lokasi acara.

Salah satu momen paling bersejarah dalam agenda tahunan ini adalah pembacaan deklarasi perdamaian oleh Jamilu Hasan, seorang mahasantri internasional asal Nigeria.

Dengan suara lantang di hadapan publik, ia menyerukan perdamaian global, penghentian perang, dan penyelesaian genosida di Palestina.

Deklarasi tersebut menjadi bukti nyata bahwa Ma’had al Jami’ah UIN KHAS Jember tidak hanya fokus pada pendidikan internal, melainkan juga aktif mengambil peran dalam menyuarakan pentingnya menghindari konflik berdarah di panggung dunia.

Pada perayaan satu dekade ini, panitia mengangkat “Lentera” sebagai tema besar.

Tema ini dipilih sebagai representasi dari agenda transformasi komprehensif yang telah berjalan sepanjang tahun 2025-2026, yang mencakup aspek pengelolaan, kurikulum, hingga sistem kesantrian.

Transformasi nyata tersebut ditandai dengan hadirnya mahasantri internasional dari Nigeria dan Bangladesh, serta lahirnya berbagai program inovatif berbasis pengembangan kapasitas (capacity building).

Program-program baru ini meliputi ujian akhir tahun Madrasah Diniyah, hafalan nadzom kitab Imriti dan Alfiyah, tahfidz al-Qur’an, kelas bakat minat, hingga pemberian apresiasi bagi mahasantri berprestasi.

Ketua Panitia Acara, Zecky Najmuddin, menguraikan makna mendalam di balik pemilihan tema tersebut.

“Tema Lentera pada Haflah tahun ini juga merupakan gambaran dari perkembangan mahasantri Ma’had al Jami’ah yang cerdas, tangguh, dan berakhlakul karimah, dan diharapkan nanti akan menjadi pion/lentera di tengah gelapnya kebodohan. Akan menjadi pencerah ditengah masyarakat. Itulah filosofi dari tema haflah ini,” ungkap Zecky penuh harap.

Guna memperkuat fondasi filosofis tersebut, KH. Muhammad Darwis selaku Ketua PCNU Lumajang hadir menyampaikan mauidhoh hasanah.

READ  Bukan Rumor Lagi! Gus Fawait Pastikan Tidak Ada PHK PPPK di Jember Tahun Depan

Beliau memberikan wejangan spiritual dan intelektual mengenai syarat mutlak menjadi mahasiswa yang sukses di era modern.

Menurut beliau, seorang mahasiswa setidaknya harus memenuhi tiga unsur utama dalam dirinya, yaitu unsur ruh yang mencakup keimanan dan ketakwaan, unsur ilmu pengetahuan, serta unsur keterampilan dan kreativitas yang mumpuni.

Apresiasi tinggi juga datang dari Wakil Rektor I UIN KHAS Jember, Profesor M. Khusna Amal.

Beliau menekankan pentingnya mengintegrasikan kultur akademik dan kepesantrenan.

Dalam pandangannya, mahasiswa yang ideal ialah mahasiswa yang tidak hanya belajar di dalam kelas, melainkan mampu memanfaatkan fasilitas belajar di luar kelas secara optimal.

Menjadi mahasiswa sekaligus mahasantri yang kompeten dalam bidang keagamaan sekaligus keilmuan program studinya membuat Ma’had Al Jami’ah menjadi pilihan terbaik bagi mahasiswa UIN KHAS.

Di sisi lain, Rektor UIN KHAS Jember, Profesor Hepni, memberikan penegasan moral yang kuat terkait eksistensi lembaga.

Beliau menekankan bahwa Ma’had al Jami’ah harus mampu menunjukkan jati diri yang sesungguhnya ke ruang publik.

“Framing yang kurang baik yang beredar di media massa dan masyarakat harus bisa ditepis dengan menunjukkan eksistensi pesantren yang sebenarnya,” tegas Rektor dalam sambutannya.

Menutup rangkaian pemikiran strategis tersebut, Mudir Ma’had Al Jami’ah UIN KHAS Jember, Amin Fadlillah, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan acara.

Beliau mengabarkan bahwa saat ini Ma’had Al Jami’ah tengah bergerak cepat menuju transformasi sistem dan kelembagaan demi mewujudkan ma’had yang kompetitif dan relevan dengan perubahan zaman.

Salah satu kebijakan drastis yang membawa angin segar adalah diperbolehkannya mahasantri untuk melanjutkan masa tinggal dan belajar di ma’had pada tahun ajaran yang akan datang.

Di akhir sambutannya, beliau juga secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada para mahasantri internasional yang telah berhasil membaur dan mengikuti seluruh program pesantren dengan sangat baik. (Sup)