Satukanal.com, Makkah – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI terus mengingatkan jamaah agar tidak membawa air zamzam dalam koper.
Selain melanggar ketentuan barang bawaan, hal itu berpotensi mengurangi kenyamanan jamaah saat ada yang harus membongkar koper di bandara.
“Jangan memasukkan air zamzam ke dalam koper, baik koper kabin maupun koper bagasi. Temuan zamzam saat pemeriksaan keamanan dapat menyebabkan koper harus dibongkar, memperlambat distribusi bagasi, dan berpotensi mengganggu kelancaran proses pemulangan jemaah secara keseluruhan,” tegas Maria Assegaf, Juru Bicara Kemenhaj RI, dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu 6 Juni 2026.
Ketentuan barang bawaan itu dibuat dan edarkan ke seluruh jamaah agar dipatuhi. Kepatuhan jamaah atas ketentuan tersebut akan memperlancar proses kepulangan saat di bandara.
“Kami memahami keinginan jamaah untuk membawa zamzam. Namun, pemerintah telah menyiapkan distribusi zamzam resmi bagi seluruh jamaah haji Indonesia.
“Setiap jamaah akan menerima satu galon zamzam berisi lima liter di debarkasi setelah tiba di Tanah Air, sehingga tidak perlu membawa zamzam di dalam koper,” terang Maria.
Hingga Sabtu 6 Juni 2026, sebanyak 75 kloter dengan total 29.644 jamaah dan petugas telah diberangkatkan menuju Indonesia.
Dari jumlah tersebut, 72 kloter dengan total 28.536 jamaah dan petugas telah tiba di berbagai debarkasi di Tanah Air. Sementara itu, sebanyak 8.579 jamaah dan petugas haji khusus juga telah kembali ke Indonesia.
Maria juga menyampaikan bahwa Kemenhaj memahami masih adanya sejumlah penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal dan keterlambatan pada masa puncak pemulangan jamaah.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jamaah dan keluarga atas ketidaknyamanan yang terjadi. Bersama otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, dan seluruh petugas di lapangan, kami terus melakukan langkah-langkah percepatan dan koordinasi agar proses pemulangan dapat berlangsung seaman, senyaman, dan seefisien mungkin,” ujar Maria.
Selain proses pemulangan, mulai Ahad 7 Juni 2026, jamaah haji gelombang kedua akan mulai bergerak dari Makkah menuju Madinah sebagai bagian dari tahapan akhir penyelenggaraan ibadah haji.
Kemenhaj mengimbau jamaah agar mempersiapkan diri dengan baik dan tidak membawa barang bawaan secara berlebihan guna mendukung kelancaran mobilisasi dan pelayanan.
“Kami mengajak seluruh jamaah untuk tetap menjaga kesehatan, mematuhi arahan petugas, serta saling membantu hingga seluruh rangkaian pelayanan haji berakhir dan seluruh jamaah kembali ke Tanah Air dengan selamat,” pungkas Maria.
(Penulis: Hari Setiawan/Satukanal.com)






