ADV

Dari Air Bersih hingga Homecare, Aspirasi Warga Pakusari Jadi Perhatian Bupati Jember

×

Dari Air Bersih hingga Homecare, Aspirasi Warga Pakusari Jadi Perhatian Bupati Jember

Sebarkan artikel ini
Bupati Jember, Muhammad Fawait, berpidato dalam acara Bunga Desaku di Kecamatan Pakusari, Senin (20/7/2026). (Foto: Teamwork)
Bupati Jember, Muhammad Fawait, berpidato dalam acara Bunga Desaku di Kecamatan Pakusari, Senin (20/7/2026). (Foto: Teamwork)

Satukanal.com, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, memastikan persoalan air bersih di Kecamatan Pakusari tidak akan lagi ditangani dengan solusi sesaat.

Pemerintah Kabupaten Jember mulai memetakan langkah jangka panjang agar warga tidak terus mengalami kesulitan air setiap musim kemarau.

Komitmen tersebut disampaikan Gus Fawait saat menggelar serap aspirasi bersama tokoh masyarakat dan generasi muda di Seger Nusantara, Kecamatan Pakusari, Senin (20/7/2026) malam.

Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian program Bunga Desaku yang menyasar berbagai wilayah di Kabupaten Jember.

Dalam dialog bersama warga, persoalan air bersih menjadi salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan.

Menurut Gus Fawait, pemerintah memang telah menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat. Namun, ia menilai pola tersebut tidak bisa terus dipertahankan.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran terkait, mulai dari camat, kepala desa hingga organisasi perangkat daerah, segera melakukan pemetaan agar pemerintah dapat menentukan bentuk intervensi yang tepat.

“Tadi saya sudah meminta untuk dipetakan, salah satunya terkait masalah air. Memang untuk jangka pendeknya kita sudah bantu ya air. Tapi, saya inginnya ini tidak setiap kemarau terus susah air,” kata Gus Fawait.

Ia berharap hasil pemetaan tersebut mampu melahirkan solusi yang berkelanjutan sehingga persoalan air bersih di Pakusari dapat diselesaikan secara menyeluruh melalui dukungan Pemerintah Kabupaten Jember.

READ  Ayo Ngopi: ASN Jember Diajak Tingkatkan Peran dalam Validitas Data Kependudukan

Selain membahas kebutuhan air bersih, Gus Fawait juga menaruh perhatian pada peningkatan layanan kesehatan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah masih menemukan banyak warga yang belum mengetahui bahwa layanan kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC) dapat diakses secara gratis.

Kondisi itu diketahui setelah dirinya bersama anggota DPRD turun langsung ke tengah masyarakat.

Karena itu, sosialisasi mengenai program UHC akan terus diperluas agar masyarakat, termasuk ibu hamil dengan risiko tinggi, tidak ragu memanfaatkan fasilitas kesehatan.

“Setiap kesempatan kami selalu bilang dengan bahasa yang sesimpel mungkin sambil berseloroh, bahwa hari ini kalau ada orang sakit, termasuk ibu hamil. Terutama yang risiko tinggi, bisa datang ke Puskesmas gratis, ke rumah sakit gratis,” ujarnya.

Untuk memperkuat layanan kesehatan, Pemkab Jember juga akan meluncurkan program Homecare pada 24 Juli mendatang.

Melalui program tersebut, tenaga kesehatan akan mendatangi langsung rumah warga sehingga pelayanan menjadi lebih cepat dan mudah dijangkau.

Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi menilai berbagai program yang dijalankan Pemkab Jember selama ini telah membawa perubahan positif.

Menurutnya, perbaikan pelayanan publik, pendidikan hingga kesehatan menunjukkan komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Ia pun menyambut baik kehadiran program Homecare yang dinilai semakin memperkuat pelayanan kesehatan berbasis jemput bola.

“Kami tambah senang kalau ada program-program yang sifatnya menjemput bola kepada masyarakat,” pungkasnya. (Sup)