Satukanal.com, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember akan meluncurkan program Homecare pada 24 Juli 2026 sebagai layanan kesehatan berbasis kunjungan rumah.
Peluncuran program tersebut dijadwalkan dihadiri Wakil Menteri Kesehatan RI.
Melalui program ini, masyarakat yang mengalami keterbatasan mobilitas maupun kesulitan ekonomi dapat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa harus datang ke rumah sakit atau puskesmas.
Tenaga kesehatan akan mendatangi rumah pasien untuk memberikan pelayanan sesuai kondisi medis.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan, Homecare merupakan salah satu upaya pemerintah daerah menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau masyarakat.
“Kami ingin masyarakat memperoleh layanan kesehatan tanpa terbebani biaya akomodasi maupun pengeluaran tambahan ketika harus menjalani perawatan,” ujar Gus Fawait, Jumat (17/7/2026).
Layanan tersebut diprioritaskan bagi lansia, penyandang disabilitas, penderita penyakit kronis, ibu hamil berisiko tinggi, anak-anak stunting, serta keluarga kurang mampu yang membutuhkan pendampingan kesehatan.
Tak hanya layanan kunjungan rumah, Pemkab Jember juga melengkapi program ini dengan Telemedicine Spesialistik.
Fasilitas itu memungkinkan pasien berkonsultasi dengan dokter umum, dokter spesialis, hingga subspesialis secara jarak jauh dari rumah.
“Melalui telemedicine spesialistik, pasien bisa terhubung langsung dengan dokter umum, dokter spesialis, hingga sub-spesialis dari rumah,” katanya.
Menurut Gus Fawait, akses pelayanan kesehatan yang lebih mudah diharapkan mampu mengurangi beban ekonomi masyarakat, khususnya bagi keluarga yang harus menjalani pengobatan dalam waktu lama.
“Kami ingin tidak ada lagi warga Jember yang gagal berobat karena biaya, atau jatuh miskin akibat pengeluaran kesehatan yang berkepanjangan,” tegasnya.
Dengan peluncuran Homecare, Pemkab Jember menargetkan pelayanan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak warga, terutama kelompok rentan yang selama ini menghadapi kendala untuk memperoleh layanan medis secara optimal. (Sup)






