BERITA

Daging Hadyu dan Dam Jamaah Haji Indonesia 2026 untuk Palestina

×

Daging Hadyu dan Dam Jamaah Haji Indonesia 2026 untuk Palestina

Sebarkan artikel ini
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak menyerahkan plakat simbolis daging hadyu jamaah haji Indonesia 2026 untuk Palestina di Jeddah, Rabu 3 Mei 2026. (Media Center Haji 2026/Citro Atmoko)

Satukanal.com, Jeddah – Komitmen kebangsaan Republik Indonesia untuk Palestina tercermin pula dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026.

Untuk kali pertama, secara resmi menyerahkan sebagian besar daging hadyu jamaah haji Indonesia 2026 ke rakyat Palestina.

Sebelumnya, Indonesia tidak pernah memberi perhatian pada pengelolaan hadyu dan dam jamaah haji hingga pada target penyaluran.

Penyerahan sebagai besar daging hadyu dan dam jamaah haji Indonesia untuk Palestina secara simbolis dilakukan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Konsulat Jenderal (Konjen) Palestina di Jeddah Ehab Medhat Al-Kishawi, di Kantor Konjen Palestina, Rabu 3 Juni 2026.

Secara teknis, Indonesia telah meminta Adahi Project sebagai lembaga penerima, pengelola, dan penyalur hadyu dan dam jamaah haji untuk mewujdukan permintaan Indonesia ini.

Dahnil mengatakan, penyaluran daging hadyu dan dam jamaah haji Indonesia kepada rakyat Palestina merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Presiden, kata dia, ingin agar manfaat sosial dari pelaksanaan ibadah haji Indonesia dapat dirasakan oleh masyarakat Palestina yang hingga saat ini masih menghadapi situasi kemanusiaan yang berat.

“Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian yang besar terhadap perjuangan dan kondisi kemanusiaan rakyat Palestina. Beliau mengamanatkan agar manfaat dam jemaah haji Indonesia dapat diperluas untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina.

“Karena itu, Pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi melalui program Adahi agar distribusi daging dam dapat menjangkau masyarakat Palestina,” ujar Dahnil, kepada tim Media Center Haji (MCH), di Jeddah.

Menurutnya, ibadah haji tidak hanya memiliki dimensi ritual yang menghubungkan seorang hamba dengan Tuhannya, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang menghadirkan manfaat bagi sesama manusia.

Dia menjelaskan, haji mengajarkan ketakwaan, pengorbanan, sekaligus kepedulian. Karena itu, pihaknya ingin memastikan hadyu dan dam jamaah Indonesia tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga memberikan kemanfaatan yang nyata bagi mereka yang membutuhkan.

READ  Jamaah Haji Lansia Berkursi Roda Dinaikkan Bus Shalawat Hidrolik, Tak Perlu Digendong Lagi

“Semangat berbagi kepada rakyat Palestina adalah bagian dari nilai luhur yang terkandung dalam ibadah haji,” kata Wamenhaj.

Dalam kesempatan yang sama, Wamenhaj menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan dam jemaah haji Indonesia.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan pengelola program Adahi yang telah memfasilitasi pengelolaan dan distribusi dam secara profesional. Kerja sama yang baik ini memungkinkan manfaat dam jemaah Indonesia dapat dirasakan secara lebih luas, termasuk oleh saudara-saudara kita di Palestina,” ujarnya.

Sementara itu, Consul General Ehab Medhat Al-Kishawi menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Indonesia, Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Haji dan Umrah RI, Pemerintah Arab Saudi, serta seluruh jamaah haji Indonesia atas kepedulian dan dukungan yang diberikan kepada rakyat Palestina.

“Kami menerima bantuan ini bukan hanya sebagai dukungan material, tetapi juga sebagai simbol persaudaraan yang tulus dari rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina. Di tengah berbagai tantangan yang kami hadapi, dukungan seperti ini memiliki makna yang sangat besar bagi masyarakat Palestina,” ujarnya.

Al-Kishawi juga menitipkan salam hormat dan rasa terima kasih dari rakyat Palestina kepada seluruh rakyat Indonesia yang selama ini secara konsisten menunjukkan solidaritas, dukungan moral, serta kepedulian terhadap perjuangan dan kondisi kemanusiaan di Palestina.

Hingga 2 Juni 2026, Kemenhaj mencatat total data jamaah dalam rekapitulasi pembayaran dam mencapai 195.326 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 135.367 jamaah membayar dam melalui Adahi, 53.506 jamaah membayar dam di Tanah Air, dan 6.453 jamaah melaksanakan dam dengan berpuasa. Sementara itu, jumlah jemaah haji ifrad tercatat sebanyak 4.084 orang.

(Penulis: Hari Setiawan/Satukanal.com)