Satukanal.com, Jember – Perum Bulog Cabang Jember terus memaksimalkan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Sepanjang Juni 2026 ini, Bulog bersiap menggelontor pasokan logistik sebanyak 2.784.260 kilogram beras dan 556.852 liter minyak goreng ke tengah masyarakat.
Langkah intervensi ini menyasar sisa kuota Program Bantuan Pangan yang belum tersalurkan, yakni sebanyak 139.213 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dari total keseluruhan target makro sebesar 390.744 PBP.
Sebelumnya, performa penyaluran Bulog Jember pada Mei tercatat cukup impresif dengan merealisasikan distribusi sebanyak 250.901 PBP atau setara dengan 64 persen dari target.
Pada bulan lalu tersebut, total komoditas yang telah diserap masyarakat mencapai 5.018.000 kilogram beras serta 1.003.604 liter minyak goreng.
Pimpinan Cabang Bulog Jember, Muhammad Ade Saputra, menjelaskan bahwa sempat terjadi perlambatan distribusi pada Mei.
Namun, kendala tersebut bukan pada ketersediaan stok, melainkan hambatan dari sektor pemanufaktur kemasan.
“Terjadinya penundaan penyaluran bantuan pangan pada bulan mei dikarenakan terhambatnya proses distribusi atas produksi kemasan plastik bantuan pangan dari produsen kemasan,” urai Ade Saputra.
Menyikapi dinamika tersebut, Bulog Jember langsung memasang target operasi yang ketat.
Seluruh sisa penyaluran Program Bantuan Pangan untuk alokasi Februari – Maret tersebut dipastikan rampung paling lambat pada 13 Juni 2026.
Melalui akselerasi distribusi komoditas pokok ini, Ade menegaskan bahwa misi utama Bulog tidak hanya sekadar menyalurkan bantuan sosial, melainkan juga menekan gejolak harga di pasar tradisional agar tetap ramah di kantong konsumen.
“Harapan kami agar bantuan pangan yang telah didistribusikan bisa bermanfaat bagi para penerima pbp dan juga memiliki tujuan dalam hal pengendalian maupun stabilisasi harga beras dan minyak di tingkat konsumen,” pungkas Ade. (Sup)






