BERITA

42 Orang Jamaah Masih Hubungan Keluarga dari Banjarnegara Ini Bisa Ibadah Haji Bareng

×

42 Orang Jamaah Masih Hubungan Keluarga dari Banjarnegara Ini Bisa Ibadah Haji Bareng

Sebarkan artikel ini
Para jamaah dari satu keluarga Bani Sawijaya asal Banjarnegara, Jateng, berfoto bersama di depan hotel di Makkah. (Foto: Istimewa)

Satukanal.com, Madinah – Mungkin keluarga ini layak mendapat penghargaan rekor MURI. Bagaimana tidak, dalam satu klan, sebanyak 42 orang yang masih ada hubungan keluarga bisa menunaikan ibadah haji bersama.

Mereka adalah para jamaah haji dari Bani Sawijaya, yang berasal dari Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jateng.

Sebanyak 42 orang jamaah ini tergabung dalam kloter 71 Embarkasi Solo atau SOC 71.

Subianto, jamaah dari Bani Sawijaya, mengaku tidak menyangka puluhan anggota keluarganya bisa berangkat ke Tanah Suci pada tahun yang sama.

Pasalnya, mereka mendaftar haji secara terpisah tanpa perencanaan khusus untuk berangkat bersama.

“Awalnya kami juga heran. Setelah ada pemanggilan dan manasik haji, ternyata banyak sekali keluarga yang masuk dalam daftar keberangkatan tahun ini. Padahal waktu mendaftarnya tidak bersama-sama,” ujar Subianto, Rabu 17 Juni 2026.

Menurut dia, sebagian besar anggota keluarga tersebut mendaftar haji pada rentang 2012 hingga 2013. Meski berbeda hari dan bulan pendaftaran, masa tunggu yang hampir sama membuat mereka akhirnya berangkat pada musim haji yang sama.

Seluruh anggota keluarga besar tersebut berprofesi sebagai petani di kawasan dataran tinggi Dieng. Mereka menggantungkan hidup dari bertrani sayuran dan kentang yang menjadi komoditas utama wilayah tersebut.

“Semuanya petani. Tidak ada yang profesinya di luar pertanian. Mayoritas petani kentang dan sayuran,” kata Subianto.

Sueny, salah satu anggota keluarga yang lain mengatakan tradisi keluarga mereka adalah tidak pernah memberi tahu saat mendaftar haji.

“Kami takut dikira sombong atau riya, jadi tidak ada yang tahu kalau daftar haji,” katanya.

READ  Sebagian Penerbangan Jamaah Haji ke Indonesia Dipindah ke Terminal Internasional, Ini Alasannya

Keberangkatan haji dalam satu keluarga dengan jumlah yang banyak terjadi pada tahun ini. Tahun sebelumnya hanya sekitar 10 orang yang berangkat.

Desa Karangtengah sendiri tercatat mengirimkan sekitar 53 jamaah haji pada musim haji 2026.

Dari jumlah tersebut, sekitar 42 hingga 43 orang masih memiliki hubungan keluarga dalam satu bani. “Dari 10 RT yang ada di kampung kami, hampir setiap RT ada yang naik haji tahun ini, hanya satu RT yang tidak ada,” jelas dia.

Selain kisah kebersamaan keluarga besar, para jamaah asal Dieng juga harus beradaptasi dengan perbedaan cuaca yang sangat kontras.

Jika suhu di kawasan Dieng pada musim tertentu bisa mencapai minus 1 hingga minus 2 derajat celsius, suhu di Makkah saat musim haji tahun ini mencapai lebih dari 40 derajat celsius.

Subianto mengungkapkan bahwa suhu di Makkah berkisar antara 40 hingga 47 derajat celsius. Meski demikian, dirinya dan rombongan mampu beradaptasi dengan baik.

“Alhamdulillah tidak ada jamaah kami yang mengalami gangguan berarti akibat cuaca. Kami menjaga kesehatan, menggunakan payung saat beraktivitas di luar ruangan, dan memakai sunblock untuk melindungi diri dari panas,” jelasnya.

Menurut Subianto, tantangan terbesar justru dirasakan saat berjalan dari terminal menuju Masjidil Haram atau ketika berada di area terbuka. Sementara, saat berada di hotel maupun di dalam Masjidil Haram, kondisi relatif nyaman karena fasilitas pendingin udara yang memadai.

(Penulis: Hari Setiawan/Satukanal.com)