BERITA

Penyelenggaraan Haji 2026 Dihiasai Semangat Jamaah Saling Bantu dan Petugas yang Responsif

×

Penyelenggaraan Haji 2026 Dihiasai Semangat Jamaah Saling Bantu dan Petugas yang Responsif

Sebarkan artikel ini
Proses kepulangan jamaah haji di Bandara Amir Mohammad bin Abdulaziz Madinah. (Foto: Media Center Haji 2026/Ririn Nur Febriani)

Satukanal.com, Madinah – Ibadah haji selalu menelurkan semangat saling membantu kepada sesama. Baik itu sesama jamaah maupun petugas kepada jamaah haji.

Nuansa itu pun tampak dalam fase pemulangan jamaah haji dari Bandara Amir Mohammad bin Abdulaziz (AMAA) Madinah, yang dimulai 16 Juni 2026.

Semangat saling membantu jamaah tampak dari pengalaman yang dijalani Rustiningsih, jamaah kloter SOC 45 (Debarkasi Solo) asal Blora, Jateng.

Dia tak kuasa menahan air mata saat mengenang pengalamannya mendampingi seorang jamaah lansia selama menunaikan ibadah haji.

Dia mengaku bersyukur atas kesempatan berhaji bersama suaminya tahun ini. Ia juga menyampaikan apresiasi atas pelayanan yang diberikan petugas kepada jamaah sejak berada di Makkah hingga Madinah.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Kementerian Haji karena tahun ini pelayanan sangat bagus sekali. Dari hotel sampai di Madinah kami merasa bahagia. Tahun ini menjadi tahun yang paling istimewa,” ujarnya.

Di tengah perjalanan ibadah haji, Rustiningsih bertemu dengan Mbah Juyatmi Trunojoyo, jamaah haji asal Blora berusia 85 tahun yang menempati kamar yang sama dengannya.

Meski berbeda regu, keduanya menjalin kedekatan layaknya ibu dan anak. Rustiningsih merasa terpanggil untuk membantu karena melihat Mbah Juyatmi tidak memiliki pendamping khusus.

“Saya kasihan sekali kepada Mbah. Saya menganggap beliau seperti ibu saya sendiri,” katanya, dengan mata berkaca-kaca.

Sejak saat itu, ia berusaha mendampingi Mbah Juyatmi dalam berbagai aktivitas selama menjalankan ibadah haji hingga proses kepulangan ke Tanah Air. “Semoga ini menjadi amal ibadah saya selama di Tanah Suci,” tuturnya, sambil menahan tangis.

Sementara itu, jamaah haji asal Blora lainnya, Muhammad Annas, menyoroti kesigapan petugas haji dalam memberikan pelayanan kepada jamaah.

Menurut Annas, para petugas menunjukkan respons yang cepat ketika menemukan jamaah yang terpisah dari rombongan atau mengalami kesulitan selama pelaksanaan ibadah haji.

READ  Amirul Hajj Kunjungi Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Makkah

“Saya merasa senang dengan petugas-petugas. Kalau ada yang tercecer atau tersesat, mereka langsung menghampiri dan mengantar ke hotel maupun ke terminal,” ujarnya.

Ia menilai pelayanan yang diberikan petugas tahun ini sangat baik dan memberikan rasa aman bagi para jamaah. “Saya bersyukur. Petugas tahun ini gesit sekali,” katanya.

Annas bahkan merasakan langsung perhatian petugas saat istrinya membutuhkan bantuan kursi roda di bandara. Tanpa diminta, petugas segera datang membantu dan mendampingi proses pelayanan.

“Tadi istri saya membutuhkan kursi roda dan langsung dibantu petugas. Hal-hal seperti ini tidak bisa dibohongi. Saya melihat sendiri bagaimana mereka bekerja dengan cepat dan tulus,” ungkapnya.

Selain mengapresiasi pelayanan petugas, Annas juga berpesan kepada generasi muda agar tidak menunda mendaftar haji.

Menurutnya, ibadah haji membutuhkan kondisi fisik dan kesehatan yang prima sehingga akan lebih ideal jika dilaksanakan pada usia yang lebih muda.

“Saya berharap kaum muslimin segera mendaftar haji sejak usia muda. Haji membutuhkan kekuatan fisik dan kesehatan agar bisa menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik,” katanya.

Annas yang akan memasuki masa pensiun pada 1 Juli 2026 mengaku bersyukur karena mendapatkan kesempatan menunaikan ibadah haji sebelum mengakhiri masa pengabdiannya sebagai aparatur di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah.

“Saya bersyukur mendapat kado bisa berhaji sebelum pensiun. Tetapi menurut saya, kalau bisa memang lebih baik saat usia masih muda karena fisiknya lebih kuat,” ujarnya.

Kisah kepedulian Rustiningsih terhadap jamaah lansia dan apresiasi Muhammad Annas terhadap kesigapan petugas menjadi potret kebersamaan yang mewarnai penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun 2026.

Di tengah jutaan jemaah yang berkumpul di Tanah Suci, nilai gotong royong, kepedulian, dan pelayanan yang humanis menjadi bagian penting yang memberikan kesan mendalam bagi para tamu Allah.

(Penulis: Hari Setiawan/Satukanal.com)