BERITA

Musyrif Diniy Haji 2026 Minta Jamaah Tak Risau Meski Tak Bisa Arbain di Madinah

×

Musyrif Diniy Haji 2026 Minta Jamaah Tak Risau Meski Tak Bisa Arbain di Madinah

Sebarkan artikel ini
Musyrif Diniy Haji 2026 Prof Dr KH Cholil Nafis. (Foto: Media Center Haji 2026/Abdullah Alawi)

Satukanal.com, Makkah – Tradisi yang mengakar selama pelaksanaan haji sejak lama adalah saat berziarah ke Madinah, para jamaah menunaikan ibadah Arbain.

Ibadah Arbain adalah sebutan bagi ibadah shalat fardhu yang dilaksanakan 40 waktu berturut-turut tanpa putus.

Sebab, selama ini memang jamaah haji ziarah di Madinah selama 8 sampai 9 hari. Namun, sejak usai pandemi Covid-19, jamaah tidak selalu mendapatkan kesempatan shalat fardhu 40 waktu saat di Madinah.

Menyikapi hal ini, Musyrid Diniy Haji 2026 Prof Dr KH Cholil Nafis mengungkapkan, dirinya telah melancak berbagai literatur mengenai dalil ibadah Arbain saat jamaah di Madinah.

Menurut dia, hadits yang selama ini menjadi dalil dianjurkannya ibadah Arbain berstatus dhaif atau lemah.

”Jangan sampai merasa ragu keabsahan hajinya karena itu (maksudnya ibadah Arbain, Red) tak ada hubungan dengan ibadah haji untuk sah dan tidak sahnya,” kata Prof Cholil, kepada Media Center Haji (MCH) di Makkah, Jumat 5 Juni 2026.

Kendati berstatus dhaif, dia menjelaskan bahwa dalam Mazhab Syafi’i, mengamalkan hadits dhaif itu masih dibolehkan sebagai dasar atas fadhailul amal, yakni amalan-amalan utama untuk memperoleh keutamaan dan pahala kebaikan.

Ibadah haji, kata dia, seluruhnya bertumpu pada manasik yang dilakukan di Makkah, yaitu thawaf di Baitullah, sai, dan wukuf di Arafah.

READ  Layanan Komprehensif Jamaah Haji Lansia, mulai Daily Care, Kendaraan, Akomodasi hingga Konsumsi

Namun demikian, kata dia, dari sisi etika dan spiritualitas seorang Muslim, kurang sopan bagi jamaah haji jika tidak menyempatkan diri ziarah ke Madinah untuk bersalam kepada Nabi Muhammad SAW.

Ia kemudian mengutip sebuah hadits yang intinya mengunjungi Rasulullah setelag wafatnya sama halnya berkunjung kepada beliau semasa hidupnya.

Lebih lanjut, ulama yang juga Wakil Ketua Umum MUI ini berpesan kepada para jamaah, khususnya perempuan yang kerap menghadapi kendala biologis, atau jamaah lain yang terhambat urusan teknis, agar tidak larut dalam penyesalan karena tak bisa Arbain di Madinah.

Menurut dia, seharusnya uzur-uzur itu tidak boleh mengurangi kegembiraan dan rasa syukur atas ibadah haji yang telah dibuka kesempatannya oleh Allah SWT.

Berdasarkan rencana perjalanan haji yang disusun Kemenhaj RI, para jamaah haji gelombang dua mulai diberangkatkan ke Madinah secara bertahap mulai Ahad 7 Juni 2026.

Para jamaah akan berada di kota nabi tersebut sekitar 8 hari sebelum nantinya akan pulang ke Tanah Air dari Madinah.

(Penulis: Hari Setiawan/Satukanal.com)