BERITA

50 ASN UIN KHAS Jember Asah Kemampuan Komunikasi Demi Layanan Profesional

×

50 ASN UIN KHAS Jember Asah Kemampuan Komunikasi Demi Layanan Profesional

Sebarkan artikel ini
Profesor Hepni memberikan sambutan dalam FGD UIN KHAS Jember, Jumat (12/6/2026). (Foto: Dok/Humas UIN KHAS Jember)
Profesor Hepni memberikan sambutan dalam FGD UIN KHAS Jember, Jumat (12/6/2026). (Foto: Dok/Humas UIN KHAS Jember)

Satukanal.com, Jember — Sebanyak 50 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai unit kerja di lingkungan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember mengikuti Focus Group Discussion (FGD) untuk memperkuat kemampuan komunikasi dan sinergi tim.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Kamis (11/6/2026) dan Jumat (12/6/2026), ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan administrasi dan keprotokolan di lingkungan kampus agar semakin profesional.

FGD tersebut digelar dalam dua sesi di lokasi yang berbeda.

Sesi pertama dilaksanakan di Ruang Rapat Rektorat Lantai 1 UIN KHAS Jember dengan menghadirkan Angga Wisudawan.

Sementara itu, sesi kedua yang berfokus pada pelatihan public speaking dan kerja sama tim diselenggarakan di Bukit Langit Campventure Banyuwangi bersama narasumber Firma Yudha.

Para peserta yang terlibat meliputi unsur rektorat, fakultas, pascasarjana, lembaga, hingga berbagai unit kerja lainnya.

Dalam pemaparannya, Firma Yudha menegaskan bahwa keterampilan berbicara di depan publik merupakan aset krusial bagi setiap aparatur dalam meningkatkan mutu pelayanan dan membangun kepercayaan publik.

“Public speaking bukan sekadar kemampuan berbicara di depan banyak orang, tetapi bagaimana seseorang mampu menyampaikan gagasan dengan jelas, memahami siapa audiensnya, serta membangun pengaruh melalui komunikasi yang efektif. Kemampuan ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan profesionalitas dan kualitas pelayanan,” ujar Firma Yudha.

READ  Peringatan Nuzulul Qur’an, Bupati Jember Serahkan Jaminan Sosial Tukang Ojek dan Insentif Guru Ngaji

Selama pelatihan, para peserta dibekali dengan berbagai teknik mendasar, mulai dari cara membangun rasa percaya diri, menjaga postur tubuh, melakukan kontak mata, hingga mengendalikan rasa gugup.

Tidak hanya itu, peserta juga mempelajari sebelas aspek teknis komunikasi seperti penggunaan suara diafragma, pengaturan volume, tempo, artikulasi, hingga teknik elevator pitch dengan pendekatan 4K (kenalan, keahlian, kenapa, dan kontribusi).

Program peningkatan kapasitas ini disambut positif oleh para peserta, salah satunya adalah Aulia Yuni Pratiwi yang mengaku mendapatkan perspektif baru dalam membangun komunikasi yang lebih humanis di lingkungan kerja melalui sesi praktik langsung.

“Saya sangat menikmati sesi praktik public speaking karena tidak hanya melatih keberanian dan rasa percaya diri saat berbicara di depan banyak orang, tetapi juga mengajarkan bagaimana mengenali karakter audiens. Dari situ saya belajar bahwa pesan yang sama bisa disampaikan dengan cara yang berbeda sesuai dengan siapa yang kita hadapi,” ungkap Aulia. (Adv/Sup)