Satukanal.com, Jember – Kabupaten Jember berhasil menekan laju inflasi tahunan (year on year/YoY) menjadi 3,13 persen pada Juni 2026.
Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi nasional yang berada di angka 3,34 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Keberhasilan itu menjadi sinyal positif bagi perekonomian daerah setelah Jember sempat mengalami tekanan inflasi hingga 4,86 persen pada Februari 2026.
Dalam empat bulan berikutnya, angka inflasi terus mengalami penurunan hingga kembali berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 1,5–3,5 persen.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengatakan pengendalian inflasi merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang terlibat dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat.
“Inflasi yang terkendali adalah hasil kerja bersama. Mari kita terus jaga stabilitas harga untuk kesejahteraan masyarakat Jember,” ujar Gus Fawait, Selasa (7/7/2026).
Selain inflasi tahunan sebesar 3,13 persen, BPS juga mencatat inflasi bulanan (month to month) Jember pada Juni 2026 sebesar 0,11 persen.
Adapun inflasi tahun kalender atau sejak Januari hingga Juni 2026 tercatat sebesar 1,35 persen.
Menurut Gus Fawait, kondisi tersebut menunjukkan harga barang di pasaran relatif stabil sehingga daya beli masyarakat dapat tetap terjaga.
Stabilitas harga juga dinilai memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk menjalankan aktivitas ekonomi.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus menjalankan sejumlah langkah untuk mengendalikan inflasi, mulai dari menjaga produksi sektor pertanian agar pasokan tetap tersedia, menggelar operasi pasar dan pasar murah, hingga memperkuat koordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Pemerintah juga berupaya memastikan distribusi barang berjalan lancar sehingga tidak terjadi kelangkaan yang dapat memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.
Data inflasi Jember selama setahun terakhir menunjukkan tren yang cenderung terkendali.
Pada Juni 2025 inflasi tercatat 1,70 persen dan secara bertahap meningkat hingga 2,77 persen pada Desember.
Memasuki 2026, inflasi berada di angka 2,80 persen pada Januari sebelum melonjak menjadi 4,86 persen pada Februari.
Setelah itu, laju inflasi terus menurun menjadi 3,88 persen pada Maret, 2,88 persen pada April, 3,52 persen pada Mei, dan kembali turun menjadi 3,13 persen pada Juni.
“Dengan ekonomi yang stabil, kita optimistis masyarakat Jember akan semakin sejahtera. Komitmen ini akan terus kita kawal bersama,” kata Gus Fawait. (Sup)






