ADV

Home Care Jember Resmi Meluncur, Jadi Pilot Project Daerah Lain di Indonesia

×

Home Care Jember Resmi Meluncur, Jadi Pilot Project Daerah Lain di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Doorstop peresmian Home Care Jember, Jumat (24/7/2026). (Foto: Teamwork)
Doorstop peresmian Home Care Jember, Jumat (24/7/2026). (Foto: Teamwork)

Satukanal.com, Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember resmi meluncurkan Program Home Care yang menghadirkan layanan kesehatan langsung ke rumah warga miskin dan kelompok rentan.

Program yang diresmikan di Puskesmas Sumberbaru, Jumat (24/7/2026), itu digadang-gadang menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia.

Peluncuran Home Care dihadiri Bupati Jember, Muhammad Fawait; Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Oktavianus; Wakil Kepala BP Taskin, Iwan Sumule; Anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian; jajaran DPRD Jawa Timur, kepala OPD, camat, kepala puskesmas, serta ratusan tenaga kesehatan.

Program tersebut mengusung konsep jemput bola dengan mengerahkan sekitar 1.200 tenaga kesehatan untuk mendatangi rumah warga penerima manfaat.

Selain pemeriksaan kesehatan dasar, pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut akan terhubung dengan dokter melalui layanan telemedicine yang telah disiapkan.

Untuk menunjang operasional, Pemkab Jember menyediakan 10 armada khusus Home Care.

Sebanyak 40 kendaraan dinas milik OPD dan kecamatan juga difungsikan sebagai kendaraan layanan kesehatan keliling sekaligus antar-jemput pasien menuju fasilitas kesehatan apabila diperlukan.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan program tersebut lahir dari keinginan agar masyarakat kurang mampu memperoleh akses pelayanan kesehatan yang setara dengan masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik.

READ  Pemkab Tulang Bawang Pertegas Komitmen Reformasi Layanan Pertanahan, Dorong Tata Kelola Bersih dan Berintegritas

“Kalau orang kaya punya dokter keluarga, maka di Jember kami sedang berikhtiar agar warga tidak mampu juga memiliki dokter keluarga,” ujar Fawait.

Selain layanan kesehatan, keluarga penerima manfaat juga akan memperoleh bantuan sembako sebagai bentuk dukungan selama menjalani masa pemulihan.

Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian menilai Home Care menjadi terobosan yang patut diapresiasi karena menghadirkan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Ini bisa menjadi percontohan bagi daerah-daerah lain di Indonesia,” kata Kawendra.

Penilaian serupa disampaikan Wakil Kepala BP Taskin Iwan Sumule.

Menurutnya, Program Home Care memiliki potensi besar untuk direplikasi secara nasional karena mampu memperkuat layanan kesehatan sekaligus mendukung percepatan pengentasan kemiskinan.

“Program ini akan menjadi pilot project bagi daerah lain di Indonesia,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Muhammad Zamroni, menjelaskan layanan Home Care diprioritaskan bagi warga miskin hingga miskin ekstrem yang benar-benar kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.

Sasaran program meliputi ibu hamil berisiko tinggi, balita stunting, lansia dengan penyakit kronis, penyandang disabilitas, serta tokoh agama.

“Jadi tidak semua warga berhak menerima layanan homecare (selain kriteris diatas, red),” tutup Zamroni. (Sup)