BERITA

Demi Oleh-Oleh Bisa Dibawa Pulang, Jamaah Haji Rela Pakai Baju Berlapis-lapis

×

Demi Oleh-Oleh Bisa Dibawa Pulang, Jamaah Haji Rela Pakai Baju Berlapis-lapis

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi jamaah haji di ruang tunggu bandara menunggu kepulangan ke Tanah Air. (Foto: Media Center Haji 2026/Ahmad Fahmi)

Satukanal.com, Madinah – Setiap penerbangan internasional memiliki aturan bagasi ketat. Tidak terkecuali dengan penerbangan yang membawa jamaah haji kembali ke Tanah Air.

Para jamaah haji harus memutar otak agar seluruh oleh-oleh bisa terbawa ke Indonesia di tengah pembatasan kapasitas bagasi yang ditetapkan maskapai.

Tidak sedikit jamaah yang terpaksa memakai baju berlapis-lapis demi melonggarkan isi koper agar bisa diisi dengan oleh-oleh untuk keluarga di Tanah Air.

Petugas Daker Bandara pun kerap kepotokan membantu jamaah mengatur ulang isi koper agar seluruh oleh-oleh tetap bisa dibawa pulang untuk keluarga.

Hal inilah yang dialami pula oleh petugas perlindungan jamaah (linjam) Daker Bandara Peltu M. Firdaus. Perawakannya yang ramping dan murah senyum membuat hati jamaah tenang setelah tertolak masuk security check keberangkatan internasional di Bandara Internasional Amir Mohammad bin Abdulaziz (AMAA) Madinah.

“Kadang kami bawa jamaah haji kita ke pojokan ruang tunggu, agar bisa lebih banyak lagi memakai baju baju gamis untuk oleh-oleh keluarga mereka di Indonesia,” ujar M. Firdaus kepada Media Center Haji (MCH) usai ‘mendandani’ jamaah haji asal Madura Jawa Timur.

“Saya memang ‘dandani’ jamaah haji kita agar barang-barang bawaan mereka bisa lolos pemeriksaan di keberangkatan internasional, khususnya penumpang Saudia Airlines,” tambah ayah tiga anak yang sehari-hari bertugas di Mabes TNI itu.

READ  Indonesia Laksanakan Murur dan Tanazul di Fase Puncak Haji untuk Lindungi Jamaah Lansia dan Risti

Dia mengakui, pemeriksaan barang bawaan penumpang maskapai Saudi Airlines lebih ketat dibandingkan dengan penumpang maskapai Garuda Indonesia. “Kalau penumpang Garuda, kemarin ada yang bawa rice cooker, lolos,” ungkapnya.

Sebagai petugas linjam yang fokus tugasnya melindungi jamaah haji Indonesia, bagi Firdaus membantu jamaah bisa membawa pulang oleh-oleh yang mereka beli di Tanah Suci untuk keluarganya di Indonesia merupakan suatu kebanggaan tersendiri.

Apalagi, lanjut dia, setelah lolos melewati pemeriksaan di ruang keberangkatan internasional mereka melambaikan tangan dan menyampaikan terima kasih.

“Ada kebanggaan tersendiri saat mereka melambaikan tangan, menyampaikan terima kasih,” ungkap tentara yang baru pertama kali menjadi Petugas PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Arab Saudi itu.

Ia juga kerap tersenyum saat melihat sejumlah jamaah perempuan memakai baju hingga sepuluh lapis. Dari yang tadinya bertubuh ramping mendadak jadi gendut.

Firdaus sering tak bisa menahan tawa saat melihat badan jamaah perempuan itu menjadi gemuk.

“Ada yang juga malu-malu pakai baju berlapis-lapis, tapi karena demi rasa cintanya kepada keluarga di Indonesia, akhirnya mereka pun mau juga memakainya.

“Bahkan, ada baju yang diikatkan di perut dan dikalungkan di leher, pokoknya yang penting lolos pemeriksaan di ruang keberangkatan internasional. Nanti setelah naik pesawat, baru diatur lagi,” tutur Firdaus.

(Penulis: Hari Setiawan/Satukanal.com)