Kanal Feature

Semua Tercurahkan Ketika Gus Fawait Bersama Warga Sumberjambe

×

Semua Tercurahkan Ketika Gus Fawait Bersama Warga Sumberjambe

Sebarkan artikel ini
Warga Kecamatan Sumberjambe menyampaikan keluh kesahnya kepada Gus Fawait, Senin (29/6/2026). (Foto: Dok/Diskominfo Jember)
Warga Kecamatan Sumberjambe menyampaikan keluh kesahnya kepada Gus Fawait, Senin (29/6/2026). (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

Satukanal.com, Jember – Ada hal yang tak selalu bisa dibaca dari selembar laporan.

Angka-angka mungkin menunjukkan capaian, grafik dapat menggambarkan perkembangan, namun denyut kehidupan masyarakat baru benar-benar terasa ketika seorang pemimpin memilih datang, duduk bersama warganya, lalu mendengar langsung cerita yang mengalir tanpa sekat.

Itulah yang dilakukan Bupati Jember, Gus Fawait, saat Program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) menyambangi Kecamatan Sumberjambe, Senin (29/6/2026).

Pagi itu, Balai Desa Cumedak dipenuhi para guru ngaji, tokoh masyarakat, dan warga yang datang mengikuti rangkaian kegiatan.

Di sela penyerahan santunan kepada anak-anak yatim, Gus Fawait tak sekadar menyampaikan sambutan.

Ia bercengkrama dengan warga, mendengarkan harapan mereka, sekaligus menjelaskan arah pembangunan yang sedang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember.

Salah satu topik yang paling banyak mendapat perhatian adalah pelayanan kesehatan.

Di hadapan warga, Gus Fawait menegaskan bahwa seluruh masyarakat Kabupaten Jember kini telah memiliki akses berobat gratis melalui program Universal Health Coverage (UHC), baik di puskesmas maupun rumah sakit.

Namun baginya, keberhasilan sebuah program tidak berhenti ketika biaya berobat sudah tidak lagi menjadi beban masyarakat.

“Hari ini seluruh warga Jember sudah bisa berobat gratis di setiap puskesmas maupun rumah sakit di Indonesia. Harapannya nanti bukan cuma gratis, tetapi kualitas pelayanannya juga harus terus ditingkatkan,” ujar Gus Fawait.

Ucapan itu bukan sekadar janji yang berhenti di ruang pertemuan.

Usai berdialog dengan masyarakat, Gus Fawait langsung menuju Puskesmas Sumberjambe.

Langkahnya menyusuri setiap sudut pelayanan seolah menjadi cara untuk menjawab sendiri pertanyaan yang mungkin belum tertulis dalam laporan-laporan resmi.

Ia mengamati proses pendaftaran pasien, memperhatikan ruang tunggu yang digunakan masyarakat, memasuki ruang pemeriksaan, hingga melihat fasilitas rawat inap.

Sesekali ia berhenti berbincang dengan tenaga kesehatan, mendengarkan penjelasan mengenai pelayanan yang diberikan kepada masyarakat setiap hari.

Bagi Gus Fawait, pelayanan publik bukan hanya soal bangunan yang berdiri megah atau program yang selesai diluncurkan.

READ  Gus Fawait Tegaskan Strategi Jember Kembali Jadi Lumbung Pangan Jawa Timur

Pelayanan lahir dari pengalaman masyarakat ketika datang mencari pertolongan.

Karena itu, setelah peninjauan selesai, ia menggelar rapat evaluasi bersama Kepala Puskesmas Sumberjambe beserta jajaran perangkat daerah.

Berbagai catatan dibahas untuk memastikan pelayanan kesehatan terus mengalami perbaikan.

Dari hasil peninjauan tersebut, Gus Fawait mengaku melihat perubahan yang cukup berarti.

Lingkungan puskesmas dinilai semakin bersih. Ruang tunggu pasien tampak lebih tertata.

Berbagai pembenahan yang dilakukan sejak 2025 mulai memperlihatkan hasil yang dapat dirasakan masyarakat.

“Saya pikir perkembangan Puskesmas Sumberjambe sudah lebih bagus dibanding sebelumnya. Tentu sesuatu yang bagus harus ditingkatkan lagi. Ada beberapa hal yang insya Allah ke depan akan dibikin lebih baik lagi oleh Pak Kapus dan seluruh jajarannya,” katanya.

Apresiasi itu bukan berarti pekerjaan telah selesai.

Menurutnya, kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan, mulai dari kecepatan melayani pasien, keramahan petugas, hingga kemudahan masyarakat memperoleh layanan kesehatan.

Perhatiannya bahkan menjangkau proses rujukan pasien.

Ia meminta Puskesmas Sumberjambe memperkuat kolaborasi dengan Rumah Sakit Kalisat dan Rumah Sakit dr. Soebandi agar masyarakat yang membutuhkan penanganan lanjutan dapat segera memperoleh pelayanan dari dokter spesialis dengan fasilitas terbaik.

“Saya meminta kolaborasi antara Rumah Sakit Kalisat dan Rumah Sakit dr. Soebandi untuk mengawal rujukan dari puskesmas sehingga pasien dapat ditangani oleh dokter-dokter terbaik dengan fasilitas terbaik di Kabupaten Jember,” pungkasnya.

Rangkaian kegiatan hari itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam.

Namun, bagi warga yang menyambut kedatangannya, Bunga Desaku menjadi lebih dari sekadar agenda pemerintahan.

Di Sumberjambe, Gus Fawait memilih berjalan daripada hanya menerima laporan.

Ia memilih bercengkrama daripada sekadar mendengar paparan.

Sebab, di balik setiap angka yang tersaji di atas meja, selalu ada cerita masyarakat yang hanya dapat dipahami ketika seorang pemimpin hadir, melihat, dan mendengarnya secara langsung. (Sup)