Satukanal.com, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,35 persen pada Triwulan I 2026, dengan sektor pertanian menjadi penggerak utama yang membawa laju ekonomi daerah melampaui rata-rata Jawa Timur maupun nasional.
Kepala BPS Kabupaten Jember, Peni Dwi Wahyu Winarsih, menyebut lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi dengan andil 1,51 persen.
Posisi berikutnya ditempati industri pengolahan sebesar 1,45 persen, perdagangan 0,89 persen, serta informasi dan komunikasi 0,72 persen.
“Lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyumbang terbesar dengan andil 1,51 persen, diikuti industri pengolahan sebesar 1,45 persen, perdagangan sebesar 0,89 persen, serta informasi dan komunikasi sebesar 0,72 persen,” kata Peni Dwi Wahyu Winarsih.
Ia menjelaskan peningkatan produksi tanaman pangan menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan tersebut.
Produksi padi pada Triwulan I 2026 meningkat sekitar 27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya karena didukung curah hujan yang tinggi sehingga kondisi pertumbuhan tanaman lebih baik.
Selain tanaman pangan, sektor peternakan juga mengalami peningkatan produksi seiring tingginya kebutuhan daging dan telur ayam untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hasil tangkapan ikan laut yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya turut memperkuat kinerja sektor perikanan.
Kenaikan produksi di sektor primer kemudian memicu aktivitas perdagangan dan industri pengolahan.
Bertambahnya komoditas yang dipasarkan membuat perputaran ekonomi masyarakat semakin aktif di berbagai wilayah Kabupaten Jember.
“Pertumbuhan ekonomi Jember yang lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur maupun nasional terutama ditopang oleh sektor pertanian dan industri pengolahan yang tumbuh lebih cepat serta memiliki kontribusi dominan dalam struktur perekonomian daerah,” ujar Peni.
Meski demikian, ia mengingatkan sektor pertanian memiliki tingkat ketergantungan tinggi terhadap kondisi cuaca sehingga diperlukan dukungan sektor ekonomi lain agar pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember tetap terjaga secara berkelanjutan sepanjang tahun. (Sup)






