Kanal SainsIptek

Mengenal Fitoplankton, Makhluk Laut Penyumbang Oksigen Terbesar di Bumi

×

Mengenal Fitoplankton, Makhluk Laut Penyumbang Oksigen Terbesar di Bumi

Sebarkan artikel ini
Pict by Tonaquatic on iStock
Pict by Tonaquatic on iStock

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia membutuhkan oksigen untuk bisa menjalankan berbagai fungsinya dalam tubuh. Setiap sel dalam tubuh membutuhkan oksigen untuk menjalankan proses metabolisme yang diperlukan. Oleh karenanya, seseorang butuh menghirup oksigen setiap waktu supaya tetap hidup.

Oksigen memang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup di bumi. Ini adalah elemen kunci dalam proses respirasi, yang merupakan cara utama bagi organisme untuk menghasilkan energi dari makanan. Tanpa oksigen, proses respirasi aerob tidak dapat berlangsung, dan ini akan mengganggu kemampuan organisme untuk mempertahankan fungsi seluler yang normal.

Lantas, dari mana oksigen itu berasal?, Ketika berbicara tentang oksigen, sering kali kita berpikir bahwa oksigen terbentuk dari pepohonan melalui proses fotosintesis, yaitu proses yang dilakukan oleh tumbuhan untuk mengubah cahaya matahari menjadi nutrisi atau energi yang diperlukan oleh tumbuhan. Namun, tahukah kalian bahwa produsen oksigen terbesar di bumi ini bukanlah pohon, tetapi makhluk hidup kecil yang hidup di laut. Laut menghasilkan oksigen melalui makhluk hidup yang ada di dalamnya, yaitu fitoplankton. dan mereka memainkan peran yang sangat penting dalam menjaga kadar oksigen di atmosfer.

Apa itu Fitoplankton?

Fitoplankton berasal dari kata “phyto” (tumbuhan) dan “plankton” (makhluk kecil yang melayang di air). Mereka adalah organisme mikroskopis yang hidup di permukaan lautan dan perairan lainnya. Mereka termasuk dalam kelompok autotrofik, yaitu organisme yang dapat menghasilkan makanannya sendiri melalui proses fotosintesis. Oleh karena itu, fitoplankton dapat menyerap karbondioksida dan mengubahnya menjadi oksigen, sama seperti tumbuh-tumbuhan.

Ukuran fitoplankton sangatlah kecil, yaitu berkisar 0,2 𝛍m sampai > 20 𝛍m (1 𝛍m = 0,001 mm), sehingga untuk melihatnya, kita butuh bantuan alat seperti mikroskop. Meskipun ukuran mereka sangat kecil, jika di suatu perairan terdapat fitoplankton dalam jumlah yang besar, hal ini bisa menyebabkan perubahan pada warna air menjadi kehijauan karena pengaruh klorofil.

Fitoplankton Sebagai Penghasil Oksigen Terbesar di Bumi

Fitoplankton adalah produsen utama di hampir semua ekosistem perairan, menjadi dasar rantai makanan bagi zooplankton, krill, dan hewan laut lainnya yang lebih besar. Melalui proses fotosintesis, fitoplankton menghasilkan sebagian besar oksigen di atmosfer Bumi. Diperkirakan mereka bertanggung jawab atas 50% hingga 85% oksigen yang kita hirup setiap tahunnya. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan dengan oksigen yang dihasilkan oleh semua tumbuhan di darat, yaitu hanya menyumbang kurang lebih 20%.

READ  Puluhan Kepala Desa Indonesia Pelajari Praktik Revitalisasi Pedesaan di Provinsi Shandong, China

Selain menghasilkan oksigen, fitoplankton juga berperan penting dalam menyerap karbon dioksida (CO2) dari atmosfer. Mereka menyerap CO2 selama proses fotosintesis, membantu mengurangi efek gas rumah kaca dan perubahan iklim. Ketika fitoplankton mati dan tenggelam ke dasar laut, karbon yang tersimpan di dalamnya akan terperangkap, membantu dalam sekuestrasi karbon jangka panjang.

Peran Penting Fitoplankton dalam Ekosistem

Fitoplankton adalah organisme autotrof utama dalam kehidupan di laut. Dengan begitu, fitoplankton memegang peranan penting dalam ekosistem perairan. fitoplankton memiliki jumlah yang tinggi, sehingga mampu menjadi pondasi dalam piramida makanan di laut. Fitoplankton termasuk produsen primer yang penting di perairan karena kemampuannya untuk membuat makanan sendiri. Fitoplankton juga mendasari rantai makanan dan menyediakan oksigen. Selain itu fitoplankton berperan dalam siklus karbon dan dapat digunakan sebagai indikator kesehatan lingkungan perairan.

Oleh sebab itu, keberadaan fitoplankton berperan sebagai organisme yang dibutuhkan oleh makhluk hidup lain. Meskipun demikian, fitoplankton juga memerlukan bahan organik untuk mempertahankan hidupnya, seperti silikat (Si), nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K).

Menyadari betapa krusialnya peran fitoplankton sebagai penyumbang oksigen terbesar di bumi dan pondasi penting dalam ekosistem perairan, kita supaya lebih peduli terhadap kelestarian laut. Kesehatan laut secara langsung mempengaruhi populasi dan fungsi fitoplankton. Oleh karena itu, menjaga kebersihan laut dari polusi, praktek penangkapan ikan yang bertanggung jawab, serta upaya mitigasi perubahan iklim menjadi langkah-langkah penting untuk memastikan keberlangsungan hidup fitoplankton, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas udara yang kita hirup. Mari bersama-sama kita menjaga lautan demi keseimbangan ekosistem dan kesehatan seluruh makhluk hidup di bumi.

Penulis: Nur Azizah

Editor: Faizal