BERITA

Kejar Imbal Hasil Optimal, BPKH Investasi di Ekosistem Perhajian untuk Perbesar Manfaat pada Jemaah Haji

×

Kejar Imbal Hasil Optimal, BPKH Investasi di Ekosistem Perhajian untuk Perbesar Manfaat pada Jemaah Haji

Sebarkan artikel ini
Milad ke-8 BPKH pekan lalu. BPKH akan terus mengoptimalkan pengelolaan dana haji untuk memperbesar nilai manfaat bagi jamaah haji. (Foto: Dok/BPKH)
Milad ke-8 BPKH pekan lalu. BPKH akan terus mengoptimalkan pengelolaan dana haji untuk memperbesar nilai manfaat bagi jamaah haji. (Foto: Dok/BPKH)

Satukanal.com, Jakarta – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) terus berusaha memperbesar imbal hasil atas berbagai program investasi dana haji yang menjadi mandat Undang-Undang.

Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah menyatakan, DPR terus mendorong agar imbal hasil BPKH dalam kegiatan investasi dana haji diharapkan mencapai dua digit.

Dia mengakui, jika instrumen investasi BPKH hanya pada surat berharga, besar kemungkinan target imbal hasil dua digit itu sulit tercapai.

Karena itu, lanjut dia, satu-satunya cara untuk bisa mendorong imbal hasil investasi BPKH adalah dengan terlibat pada ekosistem perhajian.

Selain untuk mengoptimalisasi dan menjaga nilai atau biaya penyelenggaraan ibadah haji, BPKH harus turut serta di dalam ekosistem tersebut maka secara nilai manfaat pasti akan memberikan yang lebih baik.

“Karena itu adalah captive market, sehingga otomatis karena jamaah kita ada 221.000 kalau itu digunakan untuk jamaah haji plus dengan jamaah umrah yang kurang lebih hampir jumlahnya 2 juta setahun, Insya Allah secara imbal hasil bisa menaikkan hasil investasi demi bermanfaat bagi jamaah haji Indonesia,” kata Fadlul, dikutip dr laman BPKH.

READ  Viral Polisi Gendong Nenek Lumpuh di Acara Baksos Polres Tulang Bawang

Sesuai dengan diskusi BPKH dengan Komisi VIII DPR RI, kata dia, ke depan BPKH harus lebih mengoptimalisasikan lagi pengelolaan keuangannya melalui investasi yang berkelanjutan di ekosistem perhajian.

Tujuan utamanya adalah agar biaya penyelenggaran ibadah haji bisa lebih efisien, efektif, dan bermanfaat bagi jemaah haji dan terjangkau tentunya dengan pengelolaan yang transparan dan akuntabel.

Pada 2025 dana kelolaan BPKH hingga November mencapai Rp176 triliun.

Diperkirakan hingga akhir 2025 akan ditutup di kisaran Rp179 triliun dengan nilai manfaat mendekati Rp12 triliun.

Rojikin, Alternate Ketua Dewan Pengawas BPKH, menegaskan bahwa tantangan BPKH ke depan tidak ringan, terutama dalam menjaga keberlanjutan penyelenggaraan haji di tengah volatilitas nilai tukar, dinamika pasar investasi, dan meningkatnya biaya penyelenggaraan.

Oleh karena itu, menurut Rojikin, BPKH telah menetapkan strategi pengembangan yang berfokus pada diversifikasi investasi secara lebih global, percepatan digitalisasi layanan, serta penguatan integritas SDM guna menghasilkan nilai manfaat yang optimal.

(Penulis: Hari Setiawan/SatuKanal.com)