Sport

Jaring Atlet Potensial Menuju PON 2028, Pengprov Wushu Jatim Sasar Kediri

×

Jaring Atlet Potensial Menuju PON 2028, Pengprov Wushu Jatim Sasar Kediri

Sebarkan artikel ini
Wushu

satukanal, Kediri – Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu Jawa Timur menjadikan Kota Kediri sebagai salah satu titik tujuan utama dalam menjaring atlet potensial. Langkah ini diambil guna memperkuat tim wushu Jawa Timur dalam persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di NTT dan NTB.

 

Agenda pembinaan prestasi (binpres) Wushu Jawa Timur ini dipimpin langsung oleh Sherlie Hoediono (Waketum 3 Pengprov Wushu Jatim sekaligus Kepala Pelatih Wushu Sanda dan Taulo Jatim) serta Laoshi (pelatih) Wang yang berasal dari China.

 

Pelatih Kepala Wushu Kota Kediri Deddy Setyawan Priambodo, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memantau langsung talenta di berbagai daerah demi regenerasi atlet pusat latihan daerah (puslatda).

 

“Program ini keliling ke kabupaten/kota untuk mencari atlet yang akan masuk puslatda. Alhamdulillah, dari Kota Kediri saat ini sudah ada atlet yang masuk tim puslatda dan lapis kedua (Ibnu Rozi dan Mita),” ujar Deddy, disela latihan bersama atlet Wushu Kota Kediri, Minggu, (10/05/2026).

 

Secara historis, nomor sanda (tarung) Kota Kediri konsisten menyumbang atlet untuk Jawa Timur. Tren positif juga terlihat pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) tahun lalu, di mana Kota Kediri sukses menyabet posisi juara umum kedua meskipun hanya mengirimkan delapan atlet.

 

“Latihan berjalan progresif, didukung fasilitas dan sarana yang memadai. Saat ini puslatkot kita ada 15 atlet, dan lapis kedua sekitar 30 atlet,” tambahnya.

 

Meski memiliki rekam jejak yang kuat, capaian di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) terakhir menjadi evaluasi besar bagi tim Kota Kediri. Setelah sempat empat kali berturut-turut menjadi juara umum, perolehan medali Kediri menurun menjadi 1 emas, 3 perak, dan 3 perunggu.

 

“Malang yang notabene adalah juara umum, itu hanya 2 emas. Biasanya kita selalu 6 emas, 5 emas, kemarin kita agak terpleset Berikutnya di Surabaya kita akan bekerja lebih keras lagi,” ujar Deddy.

READ  FIFA Kerjasama dengan Tiktok untuk Konten Piala Dunia 2026

 

Kota Kediri menjadi titik kedua yang dikunjungi tim Pengprov Jatim setelah Kota Surabaya yang merupakan base Puslatda. Penjaringan ini melengkapi pemantauan yang sebelumnya sudah dilakukan pada ajang Porprov dan PON Bela Diri.

 

Kepala Pelatih Wushu Sanda dan Taolu Jawa Timur, Sherlie Hoediono, menegaskan pentingnya turun langsung ke lapangan untuk melihat kelebihan teknis para atlet secara objektif.

 

“Kita harus mencari lagi, datang ke kota kabupaten yang ada di Jawa Timur untuk cek, jadi Laoshi ( pelatih) langsung turun langsung untuk cek atlet-atlet yang ada di Surabaya, Kediri, Sidoarjo dan lain-lain. Kita lihat mana atlet yang memang berpotensi atau atlet yang memiliki kelebihan,” jelasnya.

 

Sherlie menyoroti bahwa performa di nomor Wushu Sanda masih perlu digenjot secara signifikan. Oleh karena itu, strategi pembinaan diubah total dengan memulai persiapan jauh-jauh hari, termasuk mendatangkan pelatih asing sejak awal.

 

“Itulah kenapa kita mulai dari awal. Jadi kita mulai push, yang biasanya selalu terakhir mau pertandingan baru mulai. Kita dari awal sudah datangin pelatih asing. Berharapnya kita waktu pon dan prapon itu punya prestasi yang bagus,” tambahnya lagi.

 

Sebagai langkah terdekat, para atlet kini tengah dipersiapkan untuk menghadapi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di akhir tahun 2026 sebagai bagian dari tahapan menuju kualifikasi PON.

 

“Targetnya Wushu Sanda di PON 2028, dapat prestasi yang lebih baik dari PON kemarin. Kita ingin Wushu Sanda ini juga bisa mendukung perolehan medali di keseluruhan medali Wushu Jawa Timur,” pungkasnya.