BERITA

Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, UNEJ Beri Proteksi Penuh untuk 2.895 Mahasiswa KKN hingga Wilayah 3T dan Internasional

×

Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, UNEJ Beri Proteksi Penuh untuk 2.895 Mahasiswa KKN hingga Wilayah 3T dan Internasional

Sebarkan artikel ini
Pelepasan peserta KKN di Lantai 3 Kantor Pusat Universitas Jember, Jumat (10/7/2026). (Foto: Dok/Humas BPJS Ketenagakerjaan Jember)
Pelepasan peserta KKN di Lantai 3 Kantor Pusat Universitas Jember, Jumat (10/7/2026). (Foto: Dok/Humas BPJS Ketenagakerjaan Jember)

Satukanal.com, Jember – Sebanyak 2.895 mahasiswa Universitas Jember (UNEJ) yang siap melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi dipastikan mendapatkan proteksi penuh.

Langkah ini ditandai dengan penyerahan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara simbolis di Kantor Pusat Unej, sebagai bagian dari penyediaan Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) selama mereka bertugas di masyarakat, termasuk di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) serta KKN internasional.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jember, Dadang Komaruddin, menyampaikan bahwa mahasiswa yang terjun ke lapangan pada dasarnya sudah melakukan aktivitas yang memiliki risiko menyerupai dunia kerja sesungguhnya.

Oleh karena itu, aspek keselamatan mereka wajib menjadi prioritas utama.

“Mahasiswa saat KKN atau magang sesungguhnya sudah melaksanakan aktivitas keekonomian dan bekerja. Kalau pekerja di perusahaan saja memiliki risiko dan dilindungi, apalagi mahasiswa yang masih dalam tahap belajar. Aspek keselamatannya harus dijaga,” jelas Dadang.

Ia menambahkan, selain memicu kreativitas mahasiswa karena merasa aman, program ini sekaligus menjadi bekal edukasi dini mengenai pentingnya jaminan sosial saat mereka kelak menjadi pekerja atau wirausaha.

READ  Program Makan Bergizi Gratis Hari Kedua Berjalan di UPTD SMP Negeri 2 Silau Laut

Di sisi lain, kebijakan ini menjadi angin segar bagi pihak universitas dan orang tua mahasiswa.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unej, Prof. Slamin, mengapresiasi kerja sama strategis ini sebagai bentuk mitigasi risiko yang nyata dari pihak kampus.

“Kami sangat terbantu dengan kerja sama ini. Kami tidak ingin terjadi risiko. Tetapi setidaknya kami tidak terlalu waswas terhadap kondisi mahasiswa,” tutur Prof. Slamin.

Kendati demikian, ia tetap mengingatkan para mahasiswa agar tidak lengah, selalu menjaga etika, berhati-hati, dan tetap fokus memosisikan diri sebagai pembelajar agar program KKN yang dijalankan memberikan dampak yang berkelanjutan bagi warga lokal.