Kanal Pendidikan

Diserbu 3.358 Pendaftar, Kursi UM-PTKIN UIN KHAS Jember Jadi Rebutan Calon Mahasiswa Berbagai Daerah

×

Diserbu 3.358 Pendaftar, Kursi UM-PTKIN UIN KHAS Jember Jadi Rebutan Calon Mahasiswa Berbagai Daerah

Sebarkan artikel ini
UM-PTKIN 2026 di UIN KHAS Jember, Senin (8/6/2026). (Foto: Teamwork)
UM-PTKIN 2026 di UIN KHAS Jember, Senin (8/6/2026). (Foto: Teamwork)

Satukanal.com, Jember – Kampus Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember resmi memulai gelaran Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026 pada Senin (8/6/2026).

Gedung BEC (Business and Education Center) UIN KHAS Jember menjadi saksi perjuangan ribuan calon mahasiswa baru yang memperebutkan kursi perguruan tinggi.

Pada tahun ini, jalur UM-PTKIN di UIN KHAS Jember diserbu oleh 3.358 pendaftar.

Dari jumlah tersebut, kuota yang akan diterima adalah sebanyak 1.761 Calon Mahasiswa Baru (Camaba), di mana sebanyak 1.467 peserta secara tegas memilih UIN KHAS Jember sebagai kampus tujuan mereka.

Pelaksanaan ujian ini dijadwalkan berlangsung ketat selama empat hari hingga 11 Juni 2026. Kabiro AUPK UIN KHAS Jember, Dr. Nawawi, merinci bahwa ada sebanyak 1.332 peserta yang terdaftar mengikuti ujian langsung di titik lokasi UIN KHAS Jember.

“Per harinya itu ada 3 sesi. Jadi ada 12 sesi. Nah, di masing-masing sesi itu terbagi dalam 6 ruangan. Jadi 20 orang per ruangan,” kata Dr. Nawawi saat menjelaskan teknis pembagian ruang ujian.

Ia juga menambahkan bahwa magnet UIN KHAS Jember telah meluas ke berbagai provinsi dan pulau, tidak lagi didominasi oleh warga lokal Jember.

“Tidak hanya di sekeliling Jember sini, tapi juga Banyuwangi, kemudian Bali, Probolinggo, Madura, dan lain semacamnya. Jadi alhamdulillah, dari berbagai daerah yang daftar ke UIN KHAS kita,” tuturnya dengan nada penuh syukur.

Panitia Siapkan Sesi Susulan

Meskipun persentase kehadiran peserta di sesi awal sangat tinggi (diprediksi mencapai hampir 90 persen) panitia mencatat ada beberapa peserta yang terpaksa absen.

“Mungkin yang sakit 16 totalnya ya. Tapi ini bukan akumulasi di satu ruangan, tetapi dari masing-masing ruangan,” jelas Dr. Nawawi mengenai peserta yang berhalangan hadir.

READ  Sambut Iduladha, DWP UIN KHAS Jember Berbagi Berkah dengan Warga Karangmluwo

Merespons hal tersebut, Tim Monitoring UM-PTKIN sekaligus Anggota Pokja Pengembangan Soal dan Skoring, Prof. Kusaeri, menegaskan bahwa peserta yang sakit atau terkendala jarak tidak perlu berkecil hati.

Panitia nasional telah menyiapkan skema regulasi yang humanis agar hak ujian mereka tidak hilang.

“Nah, ini alhamdulillah hanya 16 (peserta yang tidak hadir) dan mungkin nanti akan dialokasikan pada sesi terakhir. Biasanya yang hari ini mungkin rumahnya jauh atau sakit, tiba-tiba sakit kan tidak bisa dipaksa,” terang Prof. Kusaeri.

Ia mengonfirmasi akan ada sesi khusus yang disiapkan panitia pusat agar peserta yang terjebak kendala darurat bisa mengikuti ujian susulan.

Prof. Kusaeri juga mengapresiasi kesiapan matang dari panitia lokal UIN KHAS Jember yang sukses mengawal hari pertama ujian dengan sangat kondusif.

“Ini tentu berkat kerja keras dan luar biasa dari panitia lokal mulai persiapan sampai pelaksanaan ini. Karena sejumlah 1432 orang yang mau ujian ini kan tidak mudah memanage ya,” pujinya.

Lebarkan Sayap ke Kancah Internasional

Selain sibuk menyaring talenta-talenta terbaik dalam negeri lewat UM-PTKIN, UIN KHAS Jember rupanya kian memantapkan posisinya di panggung global.

Kampus Islam kebanggaan warga Jember ini rupanya juga menjadi destinasi favorit bagi mahasiswa internasional.

“Kita punya mahasiswa yang kuliah di kita (UIN KHAS). Ini dari luar negeri sebanyak 17 (mahasiswa) dari 7 negara,” beber Dr. Nawawi.
Ketujuh negara tersebut adalah Nigeria, Thailand, Bangladesh, Malaysia, Afrika, Pakistan, dan India.

Pihak kampus memastikan akan menggelar seleksi mandiri lewat jalur khusus untuk menyambut mahasiswa asing baru angkatan tahun ini.

“Dan ini biasanya tidak barengan dengan UM-PTKIN ini. Biasanya akan menyusul, karena ini menyangkut koordinasi dengan antarnegara gitu ya,” tutup Dr. Nawawi. (Sup)