Satukanal.com, Surabaya – Persaingan pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK di Jawa Timur berlangsung ketat.
Pada tahap ketiga saja, sebanyak 62.056 calon murid mengikuti seleksi, namun hanya 29.869 peserta yang dinyatakan diterima.
Secara keseluruhan, pelaksanaan SPMB telah berlangsung dalam tiga tahap.
Tahap pertama menerima 54.056 murid dari 213.066 pendaftar, tahap kedua menerima 70.691 murid dari 138.820 pendaftar, dan tahap ketiga menerima 29.869 murid dari 62.056 pendaftar.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh peserta yang telah lolos seleksi segera menyelesaikan proses daftar ulang agar tidak kehilangan hak sebagai calon murid di sekolah tujuan.
“Jangan sampai tidak daftar ulang. Karena kalian bersaing dengan ratusan ribu pendaftar lain. Jika diterima artinya kalian memenuhi persyaratan verifikasi dan validasi berkas. Termasuk syarat nilai yang mumpuni,” ujar Khofifah.
Menurut Khofifah, peserta yang belum diterima pada tiga tahap seleksi masih memiliki kesempatan melalui jalur Prestasi Nilai Akademik SMK.
Ia menilai pendidikan vokasi kini menawarkan peluang yang semakin luas, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
“Di SMK kalian bisa kuliah juga bisa langsung bekerja. Kompetensi di masing-masing konsentrasi keahlian juga terus ditingkatkan. Ada sertifikasi sebelum turun ke industri. Peningkatan skill baik dari sisi guru maupun murid terus dilakukan. Jadi jangan berkecil hati jika tidak masuk SMA, ada SMK juga dengan program unggulan yang menyiapkan kalian masuk DUDI,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan pendaftaran jalur Prestasi Nilai Akademik SMK dijadwalkan berlangsung pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026.
Jalur tersebut menggunakan sistem pemeringkatan berdasarkan gabungan nilai rapor, nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) atau indeks sekolah asal, serta jarak domisili.
“Seleksi jalur Prestasi Nilai Akademik SMK berlangsung secara transparan melalui sistem pemeringkatan. Karena itu, kami mengimbau seluruh calon murid mempersiapkan dokumen dan mengikuti tahapan pendaftaran sesuai jadwal agar tidak kehilangan kesempatan,” tegas Aries Agung Paewai. (Sup)






