Wujudkan Kota Layak Anak, Pemkot Malang Berupaya Cegah Kekerasan Terhadap Anak Mulai Dari Pembinaan Pranikah | SATUKANAL.COM
Malang

Caption: Anak-anak Kota Malang (Doc: Lutfia/Satukanal.com)

Satukanal.com, Kota Malang – Kota Malang telah menduduki kategori Nindya dalam upayanya menjadi Kota Layak Anak.

Beberapa hal telah dilakukan oleh Pemkot Malang untuk meraih kategori Utama, salah satunya dengan pencegahan kekerasan hingga pelecehan terhadap anak.

Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Penny Indriani menjelaskan, permasalahan anak yang kerap terjadi di Kota Malang ialah perebutan anak.

“Kekerasan yang masuk ke Dinsos P3AP2KB rata-rata tentang perceraian, perebutan anak,” ujar Penny, Kamis (27/7/2022).

“Jadi perceraian akibat menikah dini, lalu rumah tangga hancur, akhirnya rebutan anak. Sampai saat ini ada 47 kasus, dan kalau tahun lalu cukup banyak karena pandemi, KDRT meningkat,” lanjut dia.

Angka tersebut, kata Penny, masih cukup rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang mana pada masa pandemi Covid-19 angka KDRT di Kota Malang mengalami peningkatan signifikan.

Berbagai upaya pun telah ditempuh, mulai dari pendekatan di tingkat Dasawisma dengan layanan pojok curhat hingga pendidikan pranikah.

“Pendidikan pranikah masih dilakukan. Kita ada Sekolah Kartini, salah satunya ada pembinaan pranikah, ini ada dua kelas, untuk usia 18-25 tahun dan usia 26-45 tahun,” paparnya.

Sekolah Kartini diadakan sebagai salah satu langkah pencegahan dini terjadinya kekerasan terhadap anak.

Para calon manten diberikan berbagai pelatihan dalam menghadapi dunia pernikahan nantinya.

Pembinaan pranikah dilakukan untuk usia 18-25 tahun, sedangkan kelas satunya yakni untuk usi 26-45 tahun, yang merupakan program pembinaan untuk membentuk keluarga harmonis.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, juga mengungkapkan hal yang sama bahwa penting untuk menghentikan kekerasan maupun eksploitasi anak.

“Yang terpenting bukan hanya penghargaannya saja, tapi implementasi di lapangan sudah tidak ada kekerasan maupun eksploitasi anak. Harus kita pelopori dan kawal benar-benar, harus ada punishment yang setimpal,” sebut Sutiaji.

Adapun Sutiaji menargetkan tahun 2023 mendatang Kota Malang mendapatkan kategori Utama sebagai Kota Layak Anak. Target itu sesuai dengan misi yang ketiganya dalam membangun Kota Malang.

“Di misi ketiga kami itu dijelaskan bahwa ada keberpihakan terhadap masyarakat yang rentan. Anak-anak kan juga termasuk di dalamnya, sehingga jangan sampai ada distorsi kebijakan yang tidak berpihak kepada anak,” pungkas Sutiaji.

Pewarta: Lutfia
Editor: U Hadi

Advertisements