World Surf League 2022 Digelar Di Banyuwangi, Bupati Ipuk Sebut Pertumbuhan Ekonomi Warga Ikut Terdongkrak
World Surf League

Ajang World Surf League 2022 yang digelar di Banyuwangi

Satukanal.com, Kabupaten Banyuwangi – Penyelenggaraan World Surf League (WSL) tour Championship di G-Land Banyuwangi membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengatakan, adanya kegiatan tersebut banyak membawa hal positif, salah satunya adalah jasa angkut mobil trooper.

“Seperti jasa angkutan tropper di sana semakin meningkat penghasilanya. Bagaimana tidak, sejak adanya kegiatan WSL ini yang biasanya hanya satu kali jalan, sekarang sudah bisa mengangkut berkali-kali,” kata Ipuk, Kamis (2/6/2022).

Selain itu, lanjut Ipuk, adanya event internasional ini juga berdampak kepada kenaikan okupansi hotel. Selama seminggu kemarin saja, Ipuk menuturkan pengunjung hotel di Banyuwangi meningkat drastis.

“Tamu yang datang seminggu yang lalu semakin meningkat, dan semuanya menginap di hotel,” bebernya.

Menurut Ipuk, hal tersebut menjadi angin segar untuk kebangkitan ekonomi masyarakat Banyuwangi.

“Semoga saja target pertumbuhan ekonomi kita bisa mencapai 5 persen, Kita juga bersyukur, karena di daerah lain yang tengah sulit untuk bangkit, namun di Banyuwangi cepat membaik, pariwisata juga mulai tumbuh,” kata dia.

Tak hanya itu, dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi juga turut mengupayakan berdirinya bazar UMKM dalam perhelatan WSL.

Bazar diadakan selama perhelatan WSL, yakni mulai tanggal 28 Mei hingga 6 Juni 2022.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Nanin Oktavantie mengatakan, WSL adalah ajang surfing paling bergengsi di dunia.

Dalam ajang ini, peselancar dari seluruh mancanegara akan hadir mengikuti perlombaan tersebut.

Event ini menjadi peluang untuk menunjukan eksistensi produk karya hasil dari kreasi masyarakat yang ada di Bumi Blambangan.

“Kurang lebih nanti akan ada 20-an stand UMKM yang ikut meramaikan. Bazar nantinya akan diback up oleh teman-teman dari Kecamatan Tegaldlimo. Lokasinya di Pancur dan lapangan sebelum masuk G-land,” jelas Nanin.

Perlu diketahui, dalam perhelatan WSL Pemkab Banyuwangi memperbolehkan adanya penonton dengan jatah sekitar 200-an orang.

Pewarta: Abdul Konik
Editor: U Hadi