Warga Kediri Sulap Limbah Bambu Jadi Kerajinan Unik Bernilai Jual | SATUKANAL.COM
Agung warga Desa Gampengrejo saat mengerjakan kerajinan tangan dari Limbah Bambu (Anis Firmansyah/Satukanal)

Agung warga Desa Gampengrejo saat mengerjakan kerajinan tangan dari Limbah Bambu (Anis Firmansyah/Satukanal)

Satukanal.com, Kediri – Agung Prasetyo, seorang warga Desa Gampoengrejo, Kecamatan Gampengrejo berhasil mendaur ulang limbah bambu menjadi sebuah kerajinan seni yang bernilai rupiah.

Diawali secara otodidak kemampuan Agung menyulap limbah perkebunan batang bambu mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Kepada Satukanal.com, pria yang kerap disapa Agung tersebut mengaku baru menekuni usaha kerajinan ini sekitar 3 bulan yang. Awalnya ia hanya mencoba membuat kerajinan sepulang dari sawah, namun diluar dugaan, respon permintaan barang kerajinan ini datang setiap hari.

“Respon masyarakat kok bagus, konsumen jg bagus akhirnya saya lanjutkan (pembuatan),” kata Agung, Minggu (16/1/2022).

Baca Juga :  Ratusan Pusaka dari Berbagai Daerah Dimandikan di Situs Totok Kerot Kediri

Karya kerajinan buatan Agung ini terbilang unik. Karena memiliki desain bentuk berbagai macam ragam. Seperti bentuk hewan yang diantaranya burung, ular, katak, ikan hingga ayam jago.

Kerajian tangan yang dibuat oleh Agung (Anis Firmansyah/satukanal)

Agung mengaku hingga saat ini pembuatan miniatur dari limbah bambu itu dikerjakannya sendiri, dalam sehari, ia mampu menghasilkan buah tangan sejumlah 2 – 4 unit per hari, tergantung ukuran dan jenis kerumitan berpengaruh dengan waktu pembuatan hasil kerajinannya.

“Motif burung sehari bisa dapat 2 unit. Yang kecil-kecil bisa 3, sampai 4 unit. Kalau lampu sampai 2 hari,” ujarnya.

Baca Juga :  Main di Kandang, Persik Kediri Dapat hasil Imbang 1 - 1 Lawan Bhayangkara FC

Disebutkan semisal untuk harga asbak bambu milik Agung ditarif mulai Rp25.000 – Rp100.000, tergantung motif maupun besar dan kecilnya ukuran.

Terhitung masih baru tiga bulan berjalan, dia menjual produknya di tempat keramaian seperti Areal Wisata Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri.

“Pemasarannya sementara ini belum ke media sosial. Pernah jual di Gumul (SLG) laku skitar 15 an (unit), ini kap Lampu terjual 5 unit, dan masih ada pesanan,” tutupnya.

 

 

Pewarta: Anis Firmansyah 
Editor: Ubaidhillah