Warga Kediri, Ciptakan Peluang Usaha Berkonsep 'Hutan Mini' | SATUKANAL.COM
May 27, 2022
Warga Kediri, Ciptakan Peluang Usaha Berkonsep 'Hutan Mini'

SATUKANAL.com, KEDIRI- Konsep tanaman ‘Hutan Mini’ kian digandrungi oleh para pecinta tanaman di wilayah Kediri. Melalui permasalahan sempitnya lahan di perkotaan, peluang usaha pembuatan hutan mini digagas oleh Andri prayetno, 46 tahun, warga Kecamatan Pesantren Kota Kediri.

Keuntungannya, hutan mini dapat menjadi taman petak di dalam rumah yang tak perlu memerlukan lahan  luas. Lantaran sering berburu hobi anggrek spesies hutan, ia terpacu untuk membuat hutan mini. Idealnya mendekati nilai hutan yang sebenarnya.

“Ide awal pembuatan sejak tiga atau empat bulan yang lalu. Kalau koleksi anggrek spesies nya sejak 5 tahun yang lalu. Sedangkan hutan mini, kita baru mulai dan memperbanyak,” ucap Andri prayetno ke Satukanal.com, Jumat (22/01).

Baca Juga :  Pemkab Kediri Target Selesaikan Relokasi Pasar Ngadiluwih 2 Minggu

Sebagai wadah hutan mini, ia mengunakan pot lebih lebar berbentuk baskom berwarna putih agar terlihat isi tanaman secara lebih detail. Untuk membentuk hutan mini dalam satu pot diperlukan 4 sampai 5 tanaman.  Namun semua bentuk tanaman, tergantung kebutuhan yang disesuaikan dengan pesanan pembeli.

Pembeli berasal dari karisidenan hingga luar provinsi. Untuk setiap satu pot hutan mini, Andri mematok harga 150 ribu sampai 250 ribu. Tergantung dari isi tanaman yang dibuat. Misalkan memakai tanaman yang lebih mahal seperti anggrek, harganya mampu mencapai 1,5 juta rupiah.

“Dari Blitar kemarin pesan 2 pot tanaman. Lalu ada juga teman dari Jakarta yang berminat. Cuma kita terkendala pengiriman, mereka belum ada waktu untuk pengambilan kesini,” terangnya.

Baca Juga :  Pemkab Kediri Realisasikan Bantuan Pedagang Terdampak Kebakaran Pasar Ngadiluwih Akhir Juni 2022

Menurut Andri, pengiriman ekspedisi menjadi kendala saat ini. Sebab ia masih belum yakin nantinya dalam perjalanan, mampu menjaga keamanan tanaman hutan mini. “Posisi tanaman masih berdiri dan hidup, sehingga dikhawatirkan posisinya kemungkinan terbalik,” jelasnya.

Dikatakan Andri, perawatan hutan mini ini cukup mudah. Media tanam yang digunakan yaitu tanah. Sedangkan untuk penyiraman air dilakukan secara wajar 1 atau 2 kali dalam  sehari. Lebih mudah lagi apabila memakai media lumut, cenderung basah dan tidak terlalu sering disiram air.

“Hingga saat ini ada 10 pot dengan bentuk yang berbeda-beda, dengan omset kisaran 1 juta,” pungkasnya.

 

 

 

Pewarta: Anis Firmansah
Editor: Redaksi Satukanal