Warga Dusun Seketi Mojokerto Geruduk Galian C, Sempat Diadang Aparat Dan Pengeras Suara Dirampas
Dusun Seketi

Caption: Warga Dusun Seketi diadang aparat saat hendak menggeruduk area galian C, Senin (13/6/2022).

Satukanal.com, Kabupaten Mojokerto – Ratusan warga Dusun Seketi, Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menggelar demonstrasi di lokasi tambang, Senin (13/6/2022).

Kedatangan mereka yakni untuk menuntut penutupan aktivitas tambang galian C yang dianggap merusak lingkungan sekitar.

Dalam aksi demonstrasi ini, warga sempat diadang aparat keamanan saat hendak menuju area galian C. Tampak truk polisi turut diparkir untuk menghalau massa.

Tidak berhenti disitu, polisi juga sempat merampas pengeras suara pendemo, dan sempat terjadi dorong-mendorong antar warga dan aparat. Namun warga bersikukuh mendatangi area galian C.

Berbagai poster tuntutan pun dibentangkan warga. Di antaranya ‘Bu Bupati tolong Perhatikan Kerusakan Lingkungan di Bumi Majapahit #saveSeketi’.

Ada juga poster tuntutan yang ditujukan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Pak Kapolri!!! Tolong Hukum Berat Perusak lingkungan #saveSeketi. Tolong Tangkap Predator Galian C Ilegal #SaveSeketi’, demikian bunyi poster tersebut.

Salah satu pengunjuk rasa, Toyyib mengatakan, aksi demonstrasi yang dilakukan warga ini dengan satu tujuan yakni menutup tambang galian C.

Baca Juga :  ESI Kabupaten Mojokerto Raih Medali Perunggu di Porprov Jatim 2022

“Kami minta penutupan penambangan galian C baik yang legal maupun ilegal, karena berdampak buruk bagi warga,” kata Toyyib.

Menurut Toyyib, imbas aktivitas di galian C menyebabkan akses jalan utama menuju Dusun Seketi licin dan berlumpur. Jalan desa juga rusak akibat dilalui truk dan alat berat setiap hari.

Kerusakan jalan ini, ujar Toyyib, juga kerap mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

“Kondisi jalan sudah diketahui oleh pengusaha dan pemerintah desa, namun tidak ada tindakan apa-apa,” sebut Toyyib.

Selain persoalan jalan, Toyyib menyebut aktivitas tambang galian C juga menyebabkan sumur warga keruh dan asat.

Padahal sebelumnya wilayah Dusun Seketi yang merupakan area penggunaan akses ke air sumur mudah. Namun, kini sumur-sumur warga banyak yang mongering.

“Kami juga kesulitan air bersih sejak adanya penambangan ini, mata air jadi asat. Sumur kering, karena sumber-sumber sudah rusak. Sekarang (pakai) air tadah hujan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kata Polresta Mojokerto Soal Anggotanya yang Dikabarkan Digerebek Warga Gegara Selingkuh dengan Istri Tentara

Kepala Desa Jatidukuh, Zainal Arifin menuturkan, tambang galian C yang didemo warga sejatinya telah mengantongi izin.

Terkait tuntutan warga yang ingin tambang galian C ditutup. Zainal mengaku dirinya tidak punya wewenang terkait hal tersebut.

“Ya berizin atas nama Widisulton sebanyak 23 hektare, namun titik kordinatnya kami tidak paham, dan izin tersebut terbit sebelum saya menjabat lurah,” klaim Arifin.

Menurut Arifin, kendati banyak warga yang menolak tambang galian C, namun nyatanya masih ada warga yang menjual sawahnya ke pemilik tambang.

“Warga sudah menolak bego masuk, namun ada yang menjual sawahnya ke pengusaha,” tutur Arifin.

“Saran saya pemilik lahan untuk membatalkan jual beli dengan pengusaha. Atau menyetop alat berat itu,” lanjut dia.

Sementara terkait kerusakan jalan di Dusun Seketi, Arifin menyebut pihaknya akan menganggarkan perbaikan menggunakan Dana Desa tahun depan.

“Ya 2023 nanti akan diperbaiki melalui Dana Desa,” sebutnya.

Pewarta: Alawi
Editor: U Hadi