Warga Blitar Buat Kerajinan Kursi Unik, Berbahan Bambu Dan Batok Kelapa | SATUKANAL.COM
Kursi yang dihiasi dengan batok kelapa (Gilang Banchtiar/satukanal)

Kursi yang dihiasi dengan batok kelapa (Gilang Banchtiar/satukanal)

Satukanal.com, Blitar – Hampir dua tahun berhenti produksi akibat pandemi covid 19, usaha kerajinan batok atau tempurung kelapa milik Ismarofi, warga Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar mulai beroprasi kembali.

Jika biasanya ia membuat kerajinan tas atau aksesoris lainya dengan bahan dasar menggunakan batok tempurung kelapa, kali ini untuk membangkitkan perkonomianya pasca berhenti produksi, Ismarofi mencoba membuat inovasi kerajinan meja dan kursi berbahan bambu tutul yang dikombinasi dengan tempurung kelapa.

Baca Juga :  HUT ke-77 RI, 221 Napi LP Blitar Diusulkan Dapat Remisi

Dengan inovasi itu, dia berusaha mencari pasar baru untuk kerajinan berbahan batok miliknya.

“Saya coba inovasi buat meja kursi berbahan bambu tutul yang dikombinasi dengan batok. Kayaknya, respons pasar bagus, banyak yang tanya-tanya,” kata Ismarofi, Minggu (16/01/2022).

Menurutnya, kerajinan meja kursi berbahan bambu dan batok proses produksinya memang lama sekitar dua bulan. Sebelum dirakit, bambu untuk bahan meja kursi harus dijemur hingga kering dulu.

Setelah kering, bambu direndam dengan air yang dicampur dengan obat hama agar tidak mudah rusak.

Baca Juga :  Sambut HUT RI Ke 77 Tahun, Pemkot Blitar Menggelar Lomba Baris Berbaris Tingkat SD

“Kalau bahan sudah siap, sudah diukur dan dipotong, untuk perakitan butuh waktu sekitar dua minggu,” ujarnya.

Ismarofi mengatakan satu set meja kursi berbahan bambu tutul dan batok dijual dengan harga Rp3,5 juta.

“Modelnya kursi sudut untuk ruang tamu maupun teras. Inovasi ini bagian untuk bisa bertahan di masa pandemi,” tutupnya.

 

 

Pewarta: Gilang Bachtiar
Editor: Ubaidhillah