Kreatif! Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas 2A Malang Hasilkan Uang Dari Membuat Kue
May 27, 2022
Lapas Perempuan Kelas 2A Malang

Foto: Produksi kue oleh warga binaan di Lapas Perempuan Kelas 2A Malang (foto: ist)

Satukanal.com, Kota Malang – Lapas Perempuan Kelas 2A Malang turut aktif memberikan pembinaan kepada para warga binaan yang tengah menjalani hukumannya guna menghabiskan waktu dengan kegiatan yang bermanfaat. Warga binaan dibekali beberapa kreativitas seperti merajut, menjahit, membuat keripik, hingga pembuatan kue.

Hasil karya binaan Lapas Perempuan Kelas 2A Malang tersebut tidak hanya berakhir sebagai pajangan di lapas semata, namun juga telah berhasil dikomersialkan hingga di luar lapas.

“Di sini ada sekitar 20 atau lebih pelatihan keterampilan yang disediakan jadi warga bisaan juga punya aktivitas seperti masyarakat biasa. Mereka akan dilihat minatnya di bidang apa kemudian diarahkan untuk mengikuti pelatihan sesuai kemampuannya,” ujar Kepala Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas 2A Malang Tri Anna Aryati, Jumat (29/4/2022).

Salah satu hasil karya yang cukup laris terjual adalah olahan keripik, kue kering, dan makanan lainnya. Terlebih ketika menjelang lebaran, warga binaan mendapatkan pesanan kue kering cukup banyak.

Alhamdulillah kita banyak pesanan, baik dari lingkungan sendiri seperti petugas lapas perempuan maupun pesanan dari luar. Biasanya ada juga keluarga dari warga binaan yang pesan ke mereka,” lanjutnya.

Hasil dari penjualan kue pun akan disalurkan ke warga binaan yang melakukan proses produksi untuk mencukupi beberapa biaya hidup di lapas yang memang harus mereka tanggung sendiri.

Sementara itu salah satu warga binaan, Christina Andriani mengaku telah 4 tahun membuat kue di lapas perempuan ini. Sebelum kemudian menjadi cukup terampil dalam membuat kue, ia telah mendapatkan pelatihan dan pembinaan setiap harinya.

“Diajari setiap hari karena menunya ganti-ganti, nggak hanya 1 menu saja. Pastinya seneng karna kalau di dalam jenuh jadi memandaatkan waktu di sini,” ujarnya.

Christina sendiri merupakan warga binaan yang terjerat kasus narkoba, ia mengaku setiap bulannya mendapatkan premi atau upah sebesar Rp.400-500 ribu dari hasil membuat kue tersebut.

Pewarta: Lutfia Indah

Editor : Danu S