Walkot Sutiaji: Masjid Jangan Sampai Menolak Penyembelihan Hewan Kurban
Sutiaji

Wali Kota Malang, Sutiaji (Foto: Lutfia/Satukanal.com)

Satukanal.com, Kota Malang – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kota Malang masih merebak. Hingga Selasa (14/6/2022), tercatat ada 280 ternak sapi yang terjangkit.

Di tengah wabah PMK ini, Wali Kota (Walkot) Malang Sutiaji meminta para takmir masjid untuk tidak melakukan penolakan penyembelihan hewan kurban saat Hari Raya Idhul Adha.

“Kalau boleh masjid jangan sampai ada penolakan, karena masjid tempat penghimpun amal jemaah,” ujar Sutiaji kepada wartawan di Kota Malang, Kamis (16/6/2022).

“Tolong ditegaskan, kalau (hewan ternak terjangkit PMK) sudah disembelih dengan tata cara yang benar, insyaallah masih bisa dikonsumsi,” lanjut dia.

Baca Juga :  Wujudkan Kota Layak Anak, Pemkot Malang Berupaya Cegah Kekerasan terhadap Anak Mulai dari Pembinaan Pranikah

Terkait hal ini, Sutiaji bakal meminta Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Malang untuk menyosialisasi supaya masjid tetap dapat menerima hewan kurban dari masyarakat.

Tentu saja rencna ini bakal bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang.

“Jadi jangan sampai ada penolakan, walau itu otoritas masjid masing-masing. Minggu depan saya minta Kesra kerja sama DMI, NU, dan Muhammadiyah untuk mengumpulkan takmir Masjid. Nanti biar disampaikan ke masing-masing masjid,” bebernya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sendiri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) juga telah mengerahkan Tim Kesehatan Hewan Ternak pada Jumat (10/6/2022).

Tim Kesehatan Hewan Ternak tersebut ditugaskan untuk menyuntikkan antibiotic long acting, analgesic, vitamin, dan imun booster guna mencegah penularan PMK antarsapi di Kelurahan Lesanpuro.

Baca Juga :  Rayakan Seabad ‘Si Binatang Jalang’, Berbagai Komunitas di Kota Malang Gelar Sumbang Suara Sang Bohemian

Sementara wacana pembentukan Satuan Tugas (Satgas) untuk menanggulangi PMK sesuai arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa masih dalam proses perencanaan.

“Pembentukan Satgas PMK Kota Malang masih menunggu keputusan dari provinsi sebagai acuan untuk pembentukan Satgas,” tutur Kepala Dispangtan Kota Malang, Dri Winarni.

“Masyarakat tidak perlu khawatir yang berlebihan, karena PMK memang cukup tinggi, tapi sudah tertangani dan diobati dengan tingkat kesembuhan mencapai 40 persen,” sambung dia. (ADV)

Pewarta: Lutfia
Editor: U Hadi