Wabub Blitar Komitmen Dengan Tuntutan YKCA | SATUKANAL.COM
Blitar

Caption: Wabub Blitar Rahmat Santoso saat menemui pendemo, Kamis (7/7/2022). Doc: Bahtiar/Satukanal.com

Satukanal.com, Kabupaten Blitar – Puluhan massa yang tergabung dalam Yayasan Karya Cipta Abiyasa (YKCA) menggelar demonstrasi di depan Kantor Perum Perhutani KPH Blitar, Kamis (7/7/2022).

Mereka menuntut agar illegal logging dihentikan, menindak oknum Perum Perhutani yang diduga terlibat kasus illegal logging, dan mendesak Pemkab segera mengupayakan pencegahan perusakan hutan.

Terkait hal itu, Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso menegaskan komitmennya atas tuntutan yang dilayangkan YKCA. Namun pihaknya meminta waktu untuk memberikan efek jera kepada para pelaku kejahatan hutan.

“Saya, Pak Kapolres, Pak Kajari itu sudah membuat komitmen sesuai dengan apa yang diminta temen-temen YKCA. Jadi tidak bisa seketika langsung jadi baik. Harus bertahap, bahkan di DPRD juga susah pernah hearing,” kata Rahmat Santoso.

Baca Juga :  Tunjang Pelaksanaam Kunjungan Tatap Muka, Ratusan Warga Binaan Lapas Blitar Jalani Vaksinasi Covid-19

Rahmat menjelaskan, pihak Perhutani pun juga sudah membuat laporan kepada Bupati Blitar, Kapolres, dan Kajari.

“Kita ini juga masih berproses, bukan seketika besok selesai, enggak bisa juga begitu. Tadi kami diberi waktu satu minggu, gimana caranya gitu lo,” kata dia.

Lebih lanjut, Rahmat menyinggung informasi adanya pembalakan liar hingga pihak Bareskrim Polri turun tangan.

“Ternyata pembalakan liar itu enggak ada. Ya mungkin ada satu dua pohon yang hilang. Tapi hasil dari Bareskrim ternyata enggak seperti yang dilaporkan,” sebut Rahmat.

Sementara dalam aksi demonstrasi tersebut, Ketua Umum YKCA Agus Budi Sulistio mengatakan, penegakan hukum harus berjalan baik di Kabupaten Blitar.

Baca Juga :  Hilang Kendali Saat Hindari Pemotor, Truk Bermuatan Tebu Terguling di Pinggir Rel KA Blitar

“Karena bagaimanapun aksi kejahatan lingkungan atau hutan semakin hari semakin meningkat. Ini terbukti dengan banyaknya kerusakan hutan,” beber Agus.

Agus menambahkan, beberapa hari belakangan ini ada illegal logging yang diduga kuat melibatkan oknum Perum Perhutani.

“Yang diduga kuat berada di KPH Sumberpucung dan KPH Blitar,” imbuhnya.

Untuk itu, Agus berharap kepada Kapolri agar dilakukan penegakan hukum yang sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.

“Kami berharap para pelaku kejahatan lingkungan harus ditindak dengan tegas,” pungkas dia. (ADV)

Pewarta: Bahtiar
Editor: U Hadi