Viral Video Pria Tendang Sesajen Di Lokasi Erupsi Semeru, Polisi Bentuk Tim Khusus Cari Pelaku | SATUKANAL.COM
May 22, 2022
video sesajen semeru

Pria buang dan tendang sesajen di Gunung Semeru (Foto: Suara.com)

Satukanal.com, Nasional– Baru-baru ini, viral video yang memperlihatkan seorang pria menendang dan membuang sesajen di lokasi erupsi Gunung Semeru.

Video ini tersebar luas di sejumlah platform, mulai Twitter hingga Instagram. Rekaman tersebut kemudian memancing komentar beragam dari warganet.

Kabar tersebut bermula ketika video itu diunggah oleh akun Twitter @setiawan3833 pada Sabtu (8/1/2022).

Dalam video tersebut, tampak seorang pria berjenggot dan berpeci membuang serta menendang sesajen di lokasi erupsi Semeru Kabupaten Lumajang.

Terdengar pula suara laki-laki yang membuang dan menendang makanan diduga sesajen ruwatan itu mengatakan bahwa sesajen sesuatu yang mengundang murka Sang Pencipta hingga menimbulkan azab bencana.

Sebagai informasi, tradisi ruwatan biasanya dilakukan warga untuk memohon keselamatan dari bencana usai erupsi Gunung Semeru.

“Ini yang membuat murka Allah, jarang sekali disadari bahwa inilah yang mengundang murka Allah hingga menurunkan azabnya,” kata lelaki dalam video tersebut.

Baca Juga :  Tim Putri Indonesia Gagal Melaju Ke Semifinal Piala Uber 2022

Setelah mengatakan itu, pria tersebut bergerak membuang sesajen berisi buah maupun nasi ke tempat rendah.

Kemudian pada cuplikan video lain, pria yang sama juga menendang sesajen yang diletakkan pada tempat persembahyangan agama tertentu

Polisi Bentuk Tim Khusus Cari Pria di Video Tendang Sesajen Semeru

Polda Jawa Timur (Jatim) sampai membentuk tim khusus untuk mencari pria dalam video yang viral membuang dan menendang sesajen di Gunung Semeru.

Polda sendiri tengah menyelidiki unggahan video SARA yang kemudian viral tersebut. Hal ini ditegaskan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko.

Gatot menjelaskan kalau pembuang dan penendang sesajen merupakan seorang relawan bencana. Akan tetapi informasi itu masih dia nilai belum valid.

Baca Juga :  Mbok Yem, Pemilik Warung di Puncak Gunung Akhirnya Turun, Warganet: Legend Lawu!

Gatot pun meminta masyarakat tidak merusak kedamaian di wilayah manapun dengan isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Adat).  Ia juga meminta semua orang menghormati kearifan lokal.

“Karena kan selama ini Lumajang sudah mulai damai, mulai aman, mulai bagus. Jangan sampai dirusak dengan adanya video-video yang mengandung SARA dan kita harus menghormati kearifan lokal daerah situ,” katanya dikutip dari suara.com.

Hingga saat ini, Gatot menyebut, pihaknya masih melakukan pencarian juga monitoring media sosialnya yang menaikkan video tersebut.

“Nanti kalau sudah ketemu, kita baru tahu apakah dia warga situ atau bukan,” lanjutnya.

Mengenai hukuman yang bisa menjerat pelaku, Gatot juga tak bisa memastikan karena jajaran tengah mendalami kasus tersebut. (Adinda)