Video Viral Pecel Lele Harga Nuthuk, Begini Aturan Sebenarnya! | SATUKANAL.COM
May 22, 2022
Video Viral Pecel Lele Harga Nuthuk, Begini Aturan Sebenarnya!

ilustrasi warung pecel lele (Foto: Youtube Warung Chanel/ Satukanal.com)

Satukanal.com, Nasional – Beberapa waktu lalu, media sosial sempat dihebohkan dengan beredarnya video viral pecel lele harga nuthuk atau memungut harga menu di luar batas kewajaran, meskipun warung kaki lima.

Viralnya video harga pecel lele kaki lima yang nuthuk tersebut bermula dari seorang wisatawan perempuan yang membuat video pengakuan dengan judul “Jogjakarta Harganya Ga Masuk Akal!”. Ia awalnya memesan seporsi menu pecel lele yang awlanya saat ditanyakan harganya berkisar Rp 20 ribu plus nasi putih Rp 7 ribu.

Ternyata saat menu itu datang, pesanannya hanya berisi lauk ikan lele dan nasi putih tanpa lalapan yang menurut dia umumnya sudah termasuk dalam menu itu. “Ternyata saat kita pesan lalapannya itu tambah Rp 10 ribu lagi. Kenapa kapitalis banget?” ujarnya dalam video.

Terkait video yang beredar, tak sedikit pula warganet yang juga ikut menuangkan pengalaman serupanya ketika berkunjung ke rumah makan di daerah wisata. Mereka mengeluhkan bahwa harga yang diberikan terkadang tak sebanding dengan makanannya.

Lantas, sebenarnya adakah undang-undang yang mengatur semua itu? Apabila merasa tidak terima dengan tagihan yang disodorkan karena tidak masuk akal, bolehkah mengadukannya kepada pihak yang berwajib?

Pelaku Usaha Wajib mencantumkan Informasi Jelas

Pada dasarnya, konsumen restoran berhak memperoleh informasi sejelas-jelasnya mengenai apa yang dihidangkan oleh suatu restoran termasuk harga hidangan. Hal ini menyangkut soal kewajiban pengusaha atau pelaku usaha restoran memberikaan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/jasa yag diperdagangkan.

Baca Juga :  Jaminan Hari Tua Bisa Cair Sebelum 56 Tahun, Ini Revisi Aturannya

Khusus soal harga barang (seperti makanan) yang disajikan suatu restoran, Pasal 10 Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen telah menentukan sebagai berikut:

Pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan dilarang menawarkan, mempromosikan, mengiklankan atau membuat pernyataan yang tidak benar atau menyesatkan mengenai:

  1. Harga atau tarif suatu barang dan/atau jasa
  2. Kegunaan suatu barang dan/atau jasa
  3. Kondisi, tanggungan, jaminan, hak atau ganti rugi atas barang dan/atau jasa
  4. Tawaran potongan harga atau hadiah menarik yang ditawarkan
  5. Bahaya penggunaan barang dan/atau jasa

Dari penjelasan tersebut, dapat diartikan bahwa informasi makanan (termasuk harganya) pada restoran harus dinyatakan dengan benar atau tidak menyesatkan konsumen.

Pelaku usaha yang melanggar ketentuan dalam Pasal 10 UU Perlindungan Konsumen dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2 miliar, dikutip dari disperindagkop.kaltaraprov.go.id. Seperti halnya dengan kejadian nuthuk pecel lele yang baru-baru ini heboh di media sosial juga dapat dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Pelaku Usaha Wajib mencantumkan Harga Dalam Rupiah

Sedangkan kewajiban pelaku usaha untuk mencantumkan harga dalam rupiah juga terdapat dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/3/PBI/2015 tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (“PBI 17/2015”).

Sementara, untuk pelaksananya telah tertuang dalam Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 17/11/DKSP Tahun 2015 tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah Di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (“SE BI”).

Baca Juga :  Menang Melawan Thailand, Jonatan Christie Ungkap Kurang Puas dengan Performanya

Dari kedua aturan tersebut dimaksudkan untuk mendukung pelaksanaan kewajiban penggunaan rupiah dimana pelaku usaha wajb mencantumkan harga barang dan/atau jasa hanya dalam rupiah. Kemudian, khusus mengenai daftar harga restoran, Romawi II huruf A SE BI tersebut mengatur:

Setiap pelaku usaha di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib mencantumkan harga barang dan/atau jasa hanya dalam Rupiah dan dilarang mencantumkan harga barang dan/atau jasa dalam Rupiah dan mata uang asing secara bersamaan (dual quotation). Kewajiban dan larangan tersebut antara lain berlaku untuk daftar harga, seperti daftar harga menu restoran.

Konsumen Yang Mengalami Penipuan Jual Beli

Sementara, dalam hal konsumen “tertipu” atas harga makanan pada restoran tersebut, kita juga dapat mengacu pada Pasal 383 ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP):

Diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan, seorang penjual yang berbuat curang terhadap pembeli:

  1. Karena sengaja menyerahkan barang lain daripada yang ditunjuk untuk dibeli;
  2. Mengenai jenis keadaan atau banyaknya barang yang diserahkan, dengan menggunakan tipu muslihat.

Berdasarkan pasal tersebut maka, untuk dapat dikatakan bahwa pelaku usaha melakukan penipuan, harus memenuhi beberapa unsur penting dalam delik penipuan, yaitu:

  1. perbuatan curang yang dilakukan oleh penjual kepada pembeli;
  2. perbuatan curang tersebut mengenai jenis, keadaan, atau jumlah barang yang diserahkan;
  3. perbuatan tersebut dilakukan dengan menggunakan tipu muslihat.

 

 

 

Penulis : Adinda
Editor : Redaksi Satukanal