Utang RI Tembus Rp 6.418,5 Triliun, Aman Kah? | SATUKANAL.COM
May 22, 2022
Utang RI Tembus Rp 6.418,5 Triliun, BPK: Jumlah Utang Lampaui Batas

istimwea

Satukanal.com, Nasional – Data per akhir bulan Mei 2021, Kementerian Keuangan mencatat besaran utang pemerintah mencapai Rp 6.418,5 triliun atau 40,49% dari produk domestik bruto (PDB).

Dalam laporan tersebut, besaran utang pada bulan Mei 2021 cenderung menurun dari bulan April 2021 sebelumnya yang mencapai Rp 6.527,29 triliun, tetapi naik 22% dibandingkan bulan Mei 2020 Rp. 5.258,57 triliun.

Sementara, Berdasarkan data audit yang dikeluarkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), jumlah utang pemerintah saat ini telah melampaui batas yang direkomendasikan International Monetary Fund (IMF) dan International Debt Relief (IDR) dengan rasio sebesar 25%-35%.

Melansir APBN KiTa edisi Juni 2021 yang dirilis Kamis (24/6/2021), Hal tersebut disebabkan karena kondisi ekonomi Indonesia yang masih berada dalam fase pemulihan akibat perlambatan ekonomi yang terjadi di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga :  5 Pelatih Bulu Tangkis Indonesia yang Pernah Andil Melatih India

Dikutip dari laman beritasatu.com, Fikri C Permana selaku Senior Economist Samuel Sekuritas mengatakan, tingkat utang yang dimiliki Indonesia saat ini masih berada dalam batas aman. Neraca dagang dalam 2 tahun terakhir terus mengalami perbaikan sehingga Indonesia bisa keluar dari kondisi double defisit.

Fikri menjelaskan, adanya rekomendasi dari IMF dan IDR hendaknya menjadi peringatan bagi pemerintah untuk utang dengan tenor jangka panjang. Hal itu karena, Indonesia sendiri masih membutuhkan asupan dana yang besar untuk menutupi pengeluaran guna penanganan Covid-19.

“Pemerintah juga disarankan untuk memperpanjang target defisit 3% pada 2023 agar ruang fiskal yang dimiliki lebih besar,” terangnya.

Diketahui, jumlah utang pemerintah paling banyak berasal dari penerbitan surat berharga negara (SBN) Rp 5.580,02 triliun dan pinjaman Rp 838,13 triliun.

Baca Juga :  Gunung Anak Krakatau, Kini Berstatus Level III

Sedangkan, porsi utang berbentuk SBN tercatat 86,94% yang meliputi SBN domestik Rp 4.353,56 triliun dan SBN valuta asing Rp 1.126,45 triliun. SBN domestik terdiri dari surat utang negara (SUN) Rp 3.606,07 triliun dan surat berharga syariah negara (SBSN) Rp 747,49 triliun.

Sementara SBN valas mencakup SUN Rp 984,2 triliun dan SBSN Rp 242,2 triliun. Utang juga didapatkan dari pinjaman pemerintah dengan jumlah Rp 838,13 triliun atau sekitar 13,06% dari seluruh utang.

Pinjaman tersebut terbagi atas pinjaman dalam negeri Rp12,32 triliun dan luar negeri Rp825,81 triliun. Pinjaman luar negeri berasal dari bilateral Rp316,83 triliun, multilateral Rp465,52 triliun, dan commercial banks Rp43,46 triliun.

 

Pewarta : Viska
Editor: Ubaidhillah