UNIM Gelar Semnas Pendidikan Merdeka Belajar | SATUKANAL.COM
UNIM

Caption: Wakil Rektor UNIM, Ainul Yaqin, saat memberikan sambutan pada Seminar Nasional Pendidikan di UNIM Mojokerto, Senin (15/8/2022)

Satukanal.com, Kabupaten Mojokerto – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Majapahit (UNIM) Mojokerto menggelar seminar nasional (Semnas) pendidikan di Lantai I Gedung Nuswantara UNIM, Senin (15/8/2022).

Semnas pendidikan ini bertajuk ‘internalisi, kolaborasi, dan implementasi kerikulum mutakhir dalam era merdeka belajar’.

Wakil Rektor UNIM, Ainul Yakin mengatakan, tugas sebagai pendidik di UNIM ialah membantu mahasiswa agar kelak mampu meraih penghidupan yang layak, dan kehidupan yang lebih baik.

“Pendidikan yang kita laksanakan harus mampu membekali kompetensi di dunia kerja, sehingga ia nanti dapat mencapai kesuksesan dalam bekerja dan berkarier secara profesional,” ujar Yaqin saat ditemui disela-sela Semnas.

Yaqin menambahkan, dalam membekali peserta didik harus dengan seperangkat keterampilan (soft skill), yang membuat mereka menjadi orang baik, peduli dengan sesama, dan memiliki kepribadian yang baik.

Jika hanya mengejar kesuksesan karier semata, lanjut Yaqin, maka dikhawatirkan lulusan yang dihasilkan hanya akan menghadirkan bencana.

“Dalam tiga tahun ini kita sudah mengimplementasikan MBKM (Merdeka Belajar – Kampus Merdeka). Banyak program stimulun yang diluncurkan oleh Kemendikbudristek dan kita sambut dengan baik. Sekarang juga sudah mulai diupayakan untuk mandiri dalam MBKM,” ucap Yaqin.

Menurut Yaqin, merujuk survei World Bank, seseorang bisa survive harus memiliki tiga bidang keahlian. Beberapa kemampuan yang harus dimiliki yaitu literacy dan numeracy.

“Banyak pakar yang menagatkan bahwa desain pendidikan kita ini tidak hanya pragmatis, tapi lebih dari itu praktis-teknis. Jangan sampai orientasi kita mengejar kompetensi, melupakan manusia Indonesia seutuhnya,” bebernya.

Sementara itu, ketua panitia Semnas Pendidikan, Feriyanto mengatakan, peserta seminar datang dari berbagai juru Nusantara.

Di antaranya dari Universitas Kanjuruhan Malang, Universitas Darus Salam Ambon, Universitas dr Soetomo Surabaya, Universitas Darul Ulum Lamongan, Universitas Lampung, dan Universitas Riau.

Dalam seminar ini, kata Feriyanto, setidaknya ada 45 pemakalah online dan 4 pemakalah offline, serta 5 peserta online dan 39 peserta offline.

“Kegiatan ini kami gelar hybrid, ada offline dan online. Sudah ada 49 pemakalah yang sudah menyerahkan kepada kami,” tuturnya.

Pewarta: Alawi
Editor: U Hadi

Advertisements