UMKM Ponpes Baitus Surur Kembangkan Budi Daya Olahan Abon Ikan Lele Kaya Protein | SATUKANAL.COM

Satukanal.com, Mojokerto – Bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi  para santri,  Pondok Pesantren Baitus Surur memiliki UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang dianggap memiliki potensi nilai ekonomis tinggi.

Tempat pengembangan produk olahan ikan lele ini beralamat di Jl. Duku 22 Dusun Brongkol Desa Banjaragung Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto.

Pengasuh Ponpes Baitus Surur KH. Chairul Wahyudi mengungkapkan, budi daya dan pengolahan ikan lele sangat prospek dan memiliki nilai ekonomis tinggi

“Ikan lele ini mudah dipelihara, tidak perlu memakan tempat yang luas. Dari lele tidak terbuang mulai dari kepala, kulit, daging dan duri, semua kami olah, ” ungkap Chairul kepada satukanal.com saat dikunjungi di kediamannya, Rabu (5/1/2021).

Menurut dia, daging dan duri ikan lele bisa diolah menjadi abon. Saat pandemi, olahan duri ikan lele banyak diburu pembeli. Pasalnya, duri ikan lele memiliki protein dan kalsium yang tinggi untuk membantu kekebalan tubuh.

“Untuk kulit lele kami olah menjadi kerupuk, lele yang kami budidaya beda dengan lele di pasaran, sehingga bisa diambil kulitnya, ” ujarnya.

Abon olahan pangan berbasis ikan lele,  ia beri merek dagang YU KAJI. Varian produk yang dimiliki YU KAJI saat ini adalah abon daging lele varian rasa original dan pedas, serta abon duri lele.

Selama ini produk tersebut ia pasarkan  melalui offline dan online.

“Saat ini kami pasarkan YUK KAJI secara offline ke daerah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jakarta. Kalau online alhamdulillah ramai juga, ” terangnya.

Rencananya kedepan di tahun 2022, Gus Choirul akan mengembangkan kepala ikan lele dijadikan kecap. Ia sudah lakukan eksperimen, dan peralatannya pun sudah lengkap.
“Tinggal jalan saja, InsyaAllah tahun ini, selain abon kami kembangkan kecap, ” tuturnya.

Sejauh ini, UMKM Baitus Surur sudah memiliki ijin PIRT dengan nomor 7023516011045-24 dan halal nomor ID35110000025841120.

Dalam pengembangan pemasaran produk YU KAJI telah menggandeng sejumlah rekanan usaha di antaranya salah satu Perguruan Tinggi di Jawa Timur serta kedai Reka melalui Program Matching Fund dan Astra.

“Produk abon daging lele merupakan salah satu produk unggulan UMKM Baitus Surur sudah mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2015 dan telah lolos uji cemaran logam, S. Aureus dan Salmonella, ” terangnya.

Melalui program pengembangan kemandirian pesantren diharapkan dapat mendorong pesantren sebagai penggerak utama dalam ekosistem halal value chain, selain sinergi dan linkage untuk semakin memperkuat peran pesantren dalam pengembangannya.

Potensi ekonomi di pondok pesantren, dinilai cukup besar. Bila potensi ini dioptimalkan, maka bakal mampu mewujudkan kemandirian usaha di ponpes sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan wilayah sekitarnya.

“Kami berharap Yuk Kaji menjadi produsen pengolahan produk perikanan khususnya olahan lele, yang inovatif, berkembang dan terpercaya di Indonesia,” Harapnya.

 

Pewarta: Alawi
Editor:  John