Tradisi Bersih Desa Ala Masyarakat Desa Rejowinangun Kabupaten Blitar | SATUKANAL.COM
bersih desa

Genduri massal yang diikuti oleh 700 masyarakat Desa Rejowinangun, bagian dari tradisi Bersih Desa. (foto: KKN-T Ilmu Komunikasi Unesa Blitar 2)

satukanal.com, Blitar – Masyarakat Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar menggelar acara tradisi Bersih Desa selama lima hari berturut-turut. Acara digelar di berbagai tempat, diantaranya Balai Desa Rejowinangun, lapangan desa, cikal bakal dan makam leluhur. 

Rangkaian acara Bersih Desa dilaksanakan mulai tanggal 17 Juni 2022 hingga 21 Juni 2022. Berbeda dari 2 tahun sebelumnya, kini acara Bersih Desa melibatkan partisipasi seluruh masyarakat desa. Antusiasme masyarakat sangat besar. Tidak hanya masyarakat Desa Rejowinangun saja, tradisi Bersih Desa juga menarik perhatian masyarakat tetangga desa. 

Acara diawali dengan genduri massal yang diikuti oleh 700 masyarakat Desa Rejowinangun dengan saling menukar “lenggong” satu sama lain. Lalu, doa bersama dan siraman kembang untuk masyarakat yang datang. “Semoga acara ini diberi kelancaran sampai selesai dan desa jauh dari segala malapetaka” ucap Manan, perangkat Desa Rejowinangun.

Baca Juga :  Penemuan Mayat Bayi di Bawah Jembatan Kalilegi Hebohkan Warga Blitar

Malam hari terdapat acara Khotmil Qur’an yang dihadiri kurang lebih 150 masyarakat. Dilanjutkan keesokan harinya dengan acara sholawat serta ceramah oleh KH. Agus Muadzim, M.Pd. yang dihadiri kurang lebih 250 masyarakat Desa Rejowinangun dan sekitarnya. 

Tepat pada tanggal 19 Juni 2022, terdapat puncak acara Kirab Budaya yang diikuti oleh setiap kontingen dari RT RW. Bertema kostum kejawen membuat suasana budaya jawa semakin melekat di masyarakat. 

“Kirab budaya ini bertema ‘Ngudi-ngudi Budaya Jawa, jadi secara keseluruhan yang dipakai adalah unsur kejawen, tidak ada unsur yang menyeleweng. Dalam kirab budaya ini musik yang diputar juga harus musik kejawen seperti gending jawa, jika ada yang memutar lagu tidak sesuai tema akan ada hukuman bagi kontingen tersebut,” ucap Bhagas, Kepala Desa Rejowinangun. 

Baca Juga :  Tumpukan Gula PG RMI Blitar Roboh Timpa 2 Karyawan, 1 Tewas

Berbeda dari kirab budaya lainnya, hal menarik pada Kirab Budaya ini adalah adanya ziarah dan doa di tempat cikal bakal dan makam leluhur oleh kepala desa, perangkat desa dan para sesepuh yang mengetahui sejarah Desa Rejowinangun. 

Selesainya acara kirab budaya, terdapat dua acara jawa yaitu karawitan di tanggal 20 juni 2022 oleh regu lokal karawitan dan campur sari “Ngudi Budaya” dan Ruwat Budaya di tanggal 21 juni 2022 sebagai penutup acara. 

Penulis : KKN-T Ilmu Komunikasi Unesa Blitar 2

Editor : Danu Sukendro