Toko Madjoe, Toko Kue Legendaris Di Kota Malang Yang Berdiri Sejak Era Belanda
May 22, 2022
Toko Madjoe

Caption: Suasana dalam Toko Madjoe ketika melayani pembeli (Doc: Lutfia/Satukanal.com)

Satukanal.com, Kota Malang – Sebagai kota yang telah berdiri lebih dari satu abad lamanya, Kota Malang masih menyisakan beberapa warisan yang tetap dapat dirasakan hingga saat ini.

Ketika berjelajah di kawasan Pecinan Pasar Besar, akan banyak sekali warisan masa lalu yang ditemukan, salah satunya Toko Madjoe.

Toko Madjoe merupakan salah satu toko kue paling legendaris di Kota Malang.

Tak hanya mempertahankan keotentikan bangunan dan ejaan di papan nama, mulai dari perlengkapan dan juga resep pembuatan kue pun tetap terjaga dari era Belanda tahun 1930-an hingga saat ini.

“Toko ini memang usaha milik keluarga, dan sudah dikelola secara turun temurun. Sudah dipesan jangan sampai resepnya dan cita rasanya berubah jadi kami tetap mempertahankannya,” ujar Cornelia Feliciana yang merupakan generasi kelima dari si pencetus Toko Madjoe, Teh Bian Liep.

Baca Juga :  Walkot Sutiaji Sampaikan 2 Ranperda dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Malang

Proses pembuatan kue pun masih dilakukan dengan cara klasik, sehingga cita rasa kue tidak berubah. Tak ayal ketika hendak menginjakkan kaki untuk memasuki toko, harum sedap aroma kue langsung tercium dan dapat dibayangkan kemurnian rasanya.

Toko Madjoe memiliki 25 varian kue yang ditata dengan rapi di toples-toples yang sama dengan toples yang digunakan oleh generasi pertama. Teknik penataan tersebut semakin menambah nilai keestetikaan toko.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Malang Sentil Perusahaan, Minta Tunaikan Kewajiban Beri THR ke Pegawai

“Kalau untuk toples memang dari dahulu sudah seperti ini. Kalau pakai toples ini, kue enggak mudah rusak atau mlempem,” lanjut Cornelia.

Menurut penjelasan dari Cornelia, untuk mendapatkan kue dari toko tersebut pembeli dapat langsung datang maupun melakukan pemesanan melalui pesan singkat.

Penjualan pun cenderung mengalami kenaikan pada masa-masa menjelang lebaran.

“Kita biasanya sibuk sampai sesudah Hari Raya, pembeli juga enggak harus pesan dulu tapi ada yang pesan ada juga yang beli langsung,” tuturnya.

Pewarta: Lutfia
Editor: U Hadi