Tok! Terbukti Korupsi BPNT, Eks Kadinsos Kota Kediri Divonis 6 Tahun Penjara | SATUKANAL.COM
Kota Kediri

Caption: Proses sidang putusan perkara tindak pidana korupsi BPNT Kota Kediri tahun 2020 di Pengadilan Tipikor Surabaya, Kamis (22/9/2022). Doc: Humas Kejaksaan Negeri Kota Kediri

Satukanal.com, Kota Kediri – Dua terdakwa kasus tindak pidana korupsi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kota Kediri tahun 2020 menemui titik akhir hukuman.

Masing-masing terdakwa diberi hukuman penjara dan denda, dalam sidang putusan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Kamis (22/9/2022).

Kedua terdakwa tersebut yakni Mantan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Kediri Triyono Kutut Purwanto, yang dijatuhi hukuman kurungan penjara enam tahun dan denda sebesar Rp250.000.000.

Terdakwa berikutnya yakni Sri Roro Dewi Sawitri, yang bertindak sebagai Koordinator Pendamping Daerah DPM Kota Kediri. Ia dijatuhi kurungan penjara selama empat tahun dan denda sebesar Rp200.000.000.

“Atas putusan tersebut, baik terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir. Atau hak terdakwa selama tujuh hari setelah putusan untuk menyatakan sikap mau menerima putusan atau menyatakan banding,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Kediri, Novika, Kamis (22/9/2022).

Dalam surat putusan sidang, kedua terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut.

Hal itu sebagaimana dakwaan kesatu primair pasal 12 (e) jo pasal 18 UU RI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU RI No 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Untuk diketahui, kedua terdakwa ini berasal dari oknum Dinas Sosial (Dinsos) dan Koordinator Pendamping Daerah DPM Kota Kediri. Kerugian negara dalam perkara ini mencapai Rp1,4 miliar.

Para tersangka dalam perkara ini terbukti melakukan perbuatan melanggar hukum tentang penyaluran BPNT tahun anggaran 2020-2021.

Adapun modus oknum Dinsos dalam perkara ini yakni meminta sejumlah uang atau fee kepada supplier yang menyalurkan kebutuhan bahan pokok berupa beras, telur, kacang, dan sayur.

Dengan total BNPT senilai Rp200 ribu per Kelompok Penerima Manfaat (KPM), aksi yang dijalankan keduanya yakni melalui 34 e-Warong yang ada di Kota kediri.

Kedua terdakwa bakal menjalani hukuman kurungan di Polres Kediri Kota.

“Keduanya masih ditahan di Polres Kediri Kota,” ujar Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri, Harry Rachmat.

Pewarta: Anis
Editor: U Hadi

Advertisements