Tersangka Lansia Tewas Dikeroyok Bertambah Jadi 5 Orang | SATUKANAL.COM
May 27, 2022
5 tersangka lansia

Tersangka pengeroyokan lansia di Cakung (Foto: Polres Metro Jakarta Timur)

Satukanal.comNasional – Selasa (25/1/2022), pihak Kepolisian telah menetapkan 5 tersangka terkait pengeroyokan terhadap lansia pengendara mobil berinisial HM (89) di Jalan Pulo Kambing Raya, Cakung, Jakarta Timur.

Polres Metro Jakarta Timur telah menetapkan lima orang sebagai tersangka,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan kepada wartawan dalam konferensi pers.

Dirinya menyebut, para tersangka memiliki peran yang berbeda. Namun demikian, kebanyakan dari antara mereka melakukan kontak fisik dan pemukulan terhadap korban selama pengeroyokan. Kelima tersangka itu masing-masing berinisial TB (21), JI (23), RYN (23), MA (23), dan MJ (18).

Peran masing-masing tersangka itu diantaranya:

  • TJ (21), berpesan menendang mobil WH dan ke arah pinggang dan perut,
  • JI (23), berperan menendang korban di bagian atas,
  • RYN (23), berperan menendang mobil dan menarik paksa tangan kanan korban agar keluar dari dalam mobil, serta memukul dengan tangan kosong ke bagian kepala korban hingga terluka,
  • MA (18) yang berperan menginjak kaca mobil bagian depan hingga pecah,
  • MJ (18), berperan menendang korban dan mobilnya hingga ringsek.
Baca Juga :  8 Amalan Malam Lailatul Qadar pada Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

Selain itu, Polisi sudah memeriksa saksi sebanyak 14 orang. Kemudian dari 14 saksi akhirnya ada yang ditetapkan menjadi tersangka. Sementara 7 orang lainnya dijadikan saksi dalam pemberkasan kasus pengeroyokan WH.

Zulpan mengatakan, jumlah tersangka masih bisa bertambah. “Penanganan dan penyidikan tidak berhenti di sini. Kami melakukan cek analisis TKP berdasarkan rekaman CCTV yang ada. Kemudian, sampai sore ini kami sudah melakukan pemeriksaan dan masih berlangsung,” jelas Zulpan.

Baca Juga :  Gempa M 5,1 Guncang Lampung, Tak Berpotensi Tsunami

Zulpan mengatakan, para tersangka mengakui bahwa motif mereka melakukan pengeroyokan lantaran terprovokasi dengan sebutan ‘maling’ yang disematkan kepada korban.

Namun, polisi masih mendalami, apabila terdapat motif-motif lain yang dilakukan oleh para tersangka. Zulpan hanya memastikan bahwa kelima tersangka tak memiliki hubungan dengan korban.

Atas insiden tersebut, para tersangka dijerat dengan Pasal 170 ayat 1 dan 2 Juncto Pasal 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman di atas 12 tahun penjara. (viska)